Orang tua wajib awasi anak 24 jam sehari saat bermain Roblox, kata pengembang gim

Photo of author

By AdminTekno

Seorang pengembang gim independen mengungkap kekhawatiran serius mengenai keamanan anak di platform Roblox, menegaskan bahwa langkah-langkah perlindungan yang ada, termasuk sistem verifikasi usia Roblox, masih jauh dari memadai. Kritik ini muncul di tengah popularitas Roblox yang luar biasa, menjadikannya platform gim terkemuka di Inggris Raya bagi anak-anak berusia antara delapan hingga 12 tahun.

Dalam wawancara eksklusif bersama BBC Radio 5 Live, pengembang yang meminta identitasnya dirahasiakan oleh BBC ini, melontarkan peringatan keras. Ia menyatakan bahwa orang tua wajib memantau anak-anak mereka yang bermain Roblox secara “24 jam sehari, tujuh hari seminggu.” Menurutnya, “Jika pengawasan ketat seperti itu tidak memungkinkan, maka anak-anak sebaiknya tidak bermain Roblox sama sekali.”

Menanggapi tudingan ini, juru bicara Roblox angkat bicara, menekankan bahwa “keamanan adalah prioritas utama” bagi perusahaan. Pihaknya menambahkan, “Kami memiliki perlindungan dan filter canggih yang dirancang khusus untuk mencegah konten dan komunikasi berbahaya, demi menjaga keamanan seluruh pengguna Roblox.”

Dengan rata-rata lebih dari 80 juta pemain global per hari pada tahun 2024, di mana sekitar 40% di antaranya berusia di bawah 13 tahun, kekhawatiran mengenai perlindungan anak daring di Roblox menjadi semakin mendesak. Pengembang yang menggunakan nama samaran “Sam” ini, memutuskan untuk menghubungi BBC setelah mendengarkan wawancara Matt Kaufman, Kepala Keamanan Roblox, dalam program 5 Live Breakfast.

Kala itu, Kaufman merinci berbagai pemeriksaan keamanan yang diterapkan Roblox, termasuk rencana verifikasi usia wajib yang akan mulai berlaku pada Januari 2026 untuk semua pengguna di Inggris Raya. Namun, Sam, yang merupakan pengembang independen dan sukarelawan di organisasi nirlaba keamanan daring, memiliki pandangan berbeda. Ia mengklaim bahwa pengalaman langsungnya menunjukkan kondisi keamanan di gim Roblox sangat berbanding terbalik dengan gambaran yang disampaikan Kaufman.

Konten Berbahaya dan Mengandung Kekerasan

Sebagai platform gim yang memungkinkan pengguna membuat dan memainkan gim kreasi orang lain, Roblox dirancang seperti dunia terbuka (open world) yang memfasilitasi interaksi antar pemain. Setiap kreator bertanggung jawab untuk memberikan deskripsi gim serta label batasan usia konten, yang seharusnya berfungsi untuk menempatkan gim pada rentang usia yang sesuai.

Sistem ini juga memungkinkan kreator untuk menghasilkan uang melalui iklan atau biaya bermain. Beberapa di antaranya bahkan tergabung dalam program kreator resmi Roblox, di mana mereka dibayar berdasarkan tingkat keterlibatan pengguna atau kemampuan menarik audiens baru. Model ini mendorong kreator untuk terus menciptakan konten, yang sayangnya, tidak selalu aman.

Para kritikus telah lama menyuarakan bahwa platform ini perlu melakukan upaya yang jauh lebih besar untuk melindungi jutaan pemain muda Roblox. Beberapa pihak bahkan menuding Roblox menjadi sasaran empuk bagi para predator (groomer). Selain itu, muncul klaim kuat bahwa anak-anak dapat dengan mudah terpapar konten berbahaya atau kekerasan melalui jenis-jenis gim yang tersedia.

Sam mengonfirmasi kekhawatiran tersebut, menyatakan, “Saya telah melihat orang-orang di platform ini terpancing untuk melakukan interaksi yang tidak pantas dengan orang tak dikenal.” Dalam perannya sebagai pengawas keamanan, ia juga mengamati laporan tentang “orang-orang yang menggiring pengguna lain keluar dari platform” untuk melanjutkan percakapan, sebuah praktik yang menurutnya “tidak diizinkan oleh Roblox.”

  • Wacana pemblokiran Roblox – Adakah cara lain yang lebih jitu untuk cegah dampak buruk pada anak?
  • Seberapa besar dampak penggunaan gawai pada otak anak-anak?
  • Mengapa banyak anak ‘kecanduan’ bermain gim online Minecraft?

Lebih lanjut, Sam membeberkan temuannya yang mengejutkan, termasuk gim-gim yang mensimulasikan tragedi penembakan massal seperti Sandy Hook atau Columbine. “Saya bahkan melihat rekayasa ulang ‘Pulau Epstein’ di Roblox,” tambahnya. Meski kekhawatiran ini telah dilaporkan melalui formulir pengaduan, Sam mengungkapkan bahwa “mungkin hanya sekitar 30% yang benar-benar ditindaklanjuti,” menunjukkan adanya celah besar dalam penanganan laporan.

Ketika diminta memberikan saran kepada orang tua yang anak-anaknya baru mengenal dunia gim dan belum pernah menggunakan Roblox, Sam kembali menegaskan: “Saat bermain Roblox, anak-anak perlu diawasi 24/7. Jika itu tidak memungkinkan, maka mereka sebaiknya tidak bermain Roblox sama sekali.”

Sebagai tanggapan, pihak Roblox menyatakan kepada BBC bahwa mereka mengambil “tindakan cepat terhadap siapa pun yang terbukti melanggar aturan.” Mereka juga menekankan telah mengoperasikan proses pemeriksaan usia yang disertifikasi oleh ahli independen, yang secara otomatis membatasi anak-anak untuk hanya dapat mengobrol dengan pengguna di usia yang sama. “Kami juga terus memantau perilaku pengguna. Jika kami mendeteksi tanda-tanda bahwa tindakan mereka tidak sesuai dengan usia yang terverifikasi, kami akan meminta pengguna itu untuk melakukan verifikasi usia kembali,” imbuh Roblox.

Larangan Global

Perdebatan mengenai keamanan anak di Roblox bukanlah isu baru. Pada Maret 2025, CEO Roblox, Dave Baszucki, pernah menyampaikan kepada BBC News bahwa perusahaannya telah berupaya keras menjaga keamanan anak-anak. Namun, ia juga mendesak orang tua untuk mempercayai insting mereka sendiri.

“Pesan utama saya adalah, jika Anda merasa tidak nyaman, jangan biarkan anak-anak Anda bermain di Roblox,” tuturnya. “Ini mungkin terdengar sedikit berlawanan dengan kepentingan bisnis kami, tetapi saya akan selalu memercayai para orang tua untuk membuat keputusan mereka sendiri.”

Sejak pernyataan tersebut, Roblox telah meluncurkan kewajiban verifikasi usia secara global dan menerapkan perubahan keamanan, termasuk memblokir akses anak-anak untuk mengobrol dengan orang dewasa. Meski demikian, kekhawatiran global tetap berlanjut.

Beberapa negara, seperti Rusia dan Turki, telah mengambil langkah drastis dengan memblokir Roblox sepenuhnya karena masalah keamanan anak. Di Indonesia, Roblox juga telah masuk dalam daftar platform yang dilarang bagi pengguna di bawah usia 16 tahun, berlaku efektif sejak 28 Maret. Menariknya, larangan media sosial di Australia bagi pengguna di bawah 16 tahun tidak mencakup Roblox, meskipun sejumlah aktivis di sana telah menyerukan agar platform tersebut turut dilarang.

Sementara itu, Pemerintah Inggris Raya tengah gencar melakukan konsultasi mengenai pelarangan penggunaan media sosial bagi anak-anak. Mereka juga mengkaji berbagai langkah lain untuk menjaga keamanan kaum muda secara daring, termasuk pembatasan waktu penggunaan aplikasi (screen time) dan jam malam digital. Uji coba untuk potensi kebijakan ini baru saja diumumkan pada Rabu lalu.

Meski demikian, nasib Roblox di Inggris Raya masih belum jelas, sebab pemerintah belum menetapkan platform mana saja yang akan termasuk dalam cakupan pembatasan tersebut.

Laporan tambahan oleh Kate Berry dan Evan Osman.

  • Seorang perempuan menuntut Meta dan YouTube karena kecanduan medsos, mendapat ganti rugi Rp100 miliar
  • Pemerintah Indonesia larang anak di bawah 16 tahun bikin akun medsos – Bagaimana dengan verifikasi usia dan perlindungan data pribadinya?
  • Terungkap, gim online anak-anak Roblox disusupi konten seksual
  • Gim komputer menggoda anak untuk menghabiskan uang, begini taktiknya
  • Anak kecanduan game online: ‘Memegang pisau’ dan ‘memukul wajah ibu’, dirawat di rumah sakit jiwa
  • Super Mario Bros: Mengenal gim video ikonik yang merayakan peringatan 40 tahun

Leave a Comment