
Korlantas Polri mencatat volume kendaraan yang belum kembali ke Jakarta pada arus balik gelombang kedua ini tersisa sekitar 15 persen.
Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho mengatakan, berdasarkan pantauan di Gerbang Tol (GT) Kalikangkung, belum ada lonjakan arus yang ekstrem dari arah timur. Oleh karena itu, perpanjangan one way nasional dari Gerbang Tol Kalikangkung hingga Km 70 Japek masih bersifat situasional.
“Kalau dihitung persentase tadi pagi itu masih 22%, malam ini kemungkinan tinggal 15%. Ini bagian dari Jawa Barat, Trans Jawa, kemungkinan besok tidak terlalu bangkitan tinggi tapi tetap kami persiapan apabila bangkitan arus yang dari timur,” kata Agus di KM 62 Tol Japek, Sabtu (28/3).

Saat ini, rekayasa one way lokal tahap dua masih diberlakukan dari KM 263 hingga KM 70. Polisi belum menarik rekayasa ini lebih jauh ke arah Timur karena kondisi lalu lintas di GT Kalikangkung terpantau landai.
“Parameter daripada gate tol Kalikangkung tidak terlalu tinggi. Oleh sebab itu intervensi one way lokal tahap dua dari kilometer 263 sampai ke 70 masih tetap bertahan tidak kami tarik ke arah timur,” jelasnya.
Agus menyebut kemungkinan penarikan one way hingga KM 414 atau KM 390 baru akan dipertimbangkan kembali pada Minggu besok jika terjadi lonjakan arus dari arah Jawa Tengah maupun jalur selatan.

“Oleh sebab itu kemungkinan nanti juga ada bangkitan yang cukup tinggi dan kami sudah siap untuk melakukan one way tahap tiga yang sudah kita persiapkan mana perlu nanti kita tarik ke 414 lihat daripada trafik yang kita kelola,” jelasnya
Selain ruas tol utama, polisi juga mengoptimalkan jalur fungsional seperti Tol Japek II Selatan dan Tol Bocimi ruas Parung Kuda-Karang Tengah untuk memecah kepadatan arus balik dari arah Jawa Barat menuju ibu kota.