Prosesi pemakaman Prof. Dr. Juwono Sudarsono, mantan Menteri Pertahanan Republik Indonesia, telah dilaksanakan secara militer dengan penuh kekhidmatan dan penghormatan terakhir di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, pada Minggu (29/3). Acara ini menjadi simbol duka mendalam bagi bangsa atas kepergian salah satu tokoh pentingnya.
Sebelum dimakamkan, jenazah Juwono Sudarsono disemayamkan di Ruang Hening Kantor Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI, Jakarta Pusat, sejak pukul 08.00 WIB. Sebagai bentuk penghormatan dan simbol kedukaan, Kemenhan mengibarkan bendera setengah tiang. Selanjutnya, sebuah upacara pelepasan jenazah digelar di Lapangan Bela Negara Kementerian Pertahanan pada pukul 10.45 WIB, sebelum akhirnya diberangkatkan menuju TMP Kalibata.
Setibanya iring-iringan jenazah di lokasi pemakaman sekitar pukul 11.20 WIB, peti yang diselimuti Bendera Merah Putih itu dibawa menggunakan kereta jenazah. Diiringi oleh pasukan upacara yang berjalan tertib, prosesi ini menciptakan suasana haru namun tetap menjunjung tinggi kehormatan militer. Alunan musik seremonial dari marching band semakin menambah khidmat jalannya upacara.
Di antara jajaran pelayat, tampak sejumlah pejabat negara dan tokoh militer yang hadir untuk memberikan penghormatan terakhir. Terlihat di lokasi Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin, Wakil Menteri Pertahanan RI Donny Pramono, serta Wakil Panglima TNI Tandyo Budi Revita, bersama dengan para kolega dan kerabat almarhum lainnya.
Sebelum jenazah dimakamkan, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin yang bertindak sebagai inspektur upacara, memimpin pembacaan Apel Persada. Dalam pidatonya yang sarat makna, beliau menyampaikan, “Saya Menteri Pertahanan RI, atas nama negara, bangsa dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan ini mempersembahkan ke persada ibu pertiwi, jiwa raga dan jasa-jasa almarhum. Nama Prof. Dr. Juwono Sudarsono, jabatan Menhan RI kabinet Indonesia Bersatu periode tahun 1999-2000 dan periode tahun 2004-2009. Putra dari Bapak Sudarsono (alm) yang telah meninggal dunia demi kepentingan serta keluhuran negara dan bangsa, pada hari Sabtu tanggal 28 Maret 2026, pukul 13.45 WIB di Jakarta. Semoga jalan darma bakti yang ditempuhnya dapat menjadi suri tauladan bagi kita semua, dan arwahnya mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Besar.”
Menjelang puncak prosesi, peti jenazah diturunkan secara perlahan dari kereta jenazah. Para prajurit kemudian dengan sigap, penuh penghormatan, dan kehati-hatian mengusungnya menuju liang lahat untuk dimakamkan, mengakhiri perjalanan panjang pengabdian sang negarawan.
Prof. Dr. Juwono Sudarsono menghembuskan napas terakhirnya pada Sabtu (28/3) sekitar pukul 13.45 WIB di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta. Beliau wafat dengan meninggalkan seorang istri dan dua orang anak, serta warisan integritas dan pengabdian yang tak lekang oleh waktu.