
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi akan melemah pada perdagangan Senin (30/3) usai libur Lebaran dan arus balik berakhir. IHSG terkoreksi sebesar 0,94 persen ke 7.097 pada penutupan perdagangan Jumat (27/3).
Analis MNC Sekuritas memperkirakan, posisi IHSG saat ini masih berada pada bagian dari wave (v) dari wave [c] dari wave A pada label hitam. Dengan demikian, IHSG masih rawan terkoreksi ke area 6.745-6.887.
Meski demikian masih ada potensi IHSG sudah menyelesaikan wave A pada label biru. “Sehingga akan melanjutkan penguatan ke 7.450-7.779,” tulis analis MNC Sekuritas dalam risetnya, Senin (30/3).
Analis MNC Sekuritas kemudian merekomendasikan saham CUAN, DSNG, UNTR, dan AMRT untuk diperhatikan sepanjang perdagangan Senin (30/3).
Analis Phintraco Sekuritas melihat pelemahan IHSG pada perdagangan Jumat (27/3) dan memasuki koreksi lima pekan berturut-turut, dipicu oleh menguatnya kembali harga minyak mentah di tengah keraguan akan adanya negosiasi untuk mengakhiri perang antara AS-Iran.
Indeks saham teknologi AS, Nasdaq Composite, masuk area koreksi setelah turun lebih dari 10 persen dari level tertingginya. Di saat yang sama, harga minyak dunia justru melonjak. Minyak Brent menguat 4,22 persen ke level USD 112 per barel, sementara minyak WTI naik 5,46 persen ke USD 99 per barel pada 27 Maret 2026. Keduanya mencatatkan level penutupan tertinggi sejak Juli 2022.
Analis Phintraco Sekuritas melihat kenaikan harga minyak didorong ketidakpastian negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran. Meski Iran sempat mengizinkan beberapa kapal melintas di Selat Hormuz, tensi geopolitik belum mereda.
Presiden AS Donald Trump bahkan memperpanjang tenggat waktu rencana serangan terhadap Iran hingga 6 April 2026. Di sisi lain, laporan penambahan 10 ribu pasukan AS memicu kekhawatiran konflik akan berlangsung lebih lama.

Eskalasi juga datang dari kawasan lain, setelah kelompok Houthi di Yaman melancarkan serangan ke Israel. Kondisi ini memperbesar risiko perang berkepanjangan di Iran dan negara sekitar.
Jika konflik terus meluas dan berlarut-larut, dampaknya berpotensi menekan pertumbuhan ekonomi global dan memicu stagflasi yaitu kombinasi inflasi tinggi dan perlambatan ekonomi.
Dari dalam negeri, pasar menanti rilis sejumlah data ekonomi pada Rabu (1/4), mulai dari indeks manufaktur S&P Global, neraca perdagangan, hingga inflasi.
Sementara itu, Bursa Efek Indonesia (BEI) juga berencana merevisi aturan papan pemantauan khusus pada kuartal II 2026.
“Menjelang long weekend dan batas waktu serangan AS, diperkirakan akan membuat investor cenderung berhati-hati, jika tidak ada perubahan positif pekan ini. Diperkirakan IHSG berpotensi kembali menguji level 6.800-7.000,” tulis analis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Senin (30/3).
Saham-saham yang dapat diperhatikan pekan ini adalah: MEDC, ENRG, PTRO, ANTM dan CUAN.
*****
Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual suatu produk investasi tertentu.