
jabar.jpnn.com, BEKASI – PT Jasamarga Jalan Layang Cikampek menyatakan arus balik Lebaran 2026 di Ruas Jalan Layang Sheikh Mohammed Bin Zayed (MBZ) mulai menunjukkan tren penurunan pada H+7 Idulfitri 1447 Hijriah, meskipun volume kendaraan menuju Jakarta masih tergolong tinggi.
General Manager Operasi dan Pemeliharaan PT Jasamarga Jalan Layang Cikampek, Desti Anggraeni, mengatakan bahwa penurunan arus lalu lintas terjadi karena sebagian besar pemudik telah kembali lebih awal.
“Arus balik sepanjang Sabtu kemarin mulai menunjukkan penurunan dikarenakan sudah banyak kendaraan yang kembali sejak hari-hari sebelumnya,” ujar Desti.
Berdasarkan data perusahaan, sebanyak 35.120 kendaraan tercatat melintas menuju arah Jakarta pada H+7.
Angka ini meningkat 29,3 persen dibandingkan lalu lintas normal yang berada di kisaran 27.161 kendaraan. Hal tersebut menunjukkan bahwa arus balik masih berlangsung, meski secara bertahap mulai menurun.
Sementara itu, jumlah kendaraan yang meninggalkan Jakarta tercatat sebanyak 20.036 unit atau turun 33,76 persen dibandingkan kondisi normal sebesar 30.247 kendaraan.
Penurunan ini mengindikasikan bahwa pergerakan kendaraan keluar ibu kota mulai mereda seiring berakhirnya periode mudik dan arus balik utama.
Desti menambahkan, secara umum kondisi lalu lintas di ruas Tol Layang MBZ terpantau lancar dan terkendali.
Hal ini didukung oleh pemantauan lalu lintas yang dilakukan secara berkelanjutan serta kesiapsiagaan petugas operasional di lapangan.
Pihak Jasamarga juga mengimbau para pengguna jalan untuk tetap mengutamakan keselamatan selama perjalanan.
Pengendara diminta memastikan kondisi fisik dalam keadaan prima, kendaraan dalam kondisi layak jalan, serta mencukupi kebutuhan bahan bakar maupun daya listrik.
Selain itu, pengguna jalan diharapkan mewaspadai potensi perubahan cuaca, terutama hujan, yang dapat memengaruhi jarak pandang dan kondisi permukaan jalan.
Dengan tren penurunan yang mulai terlihat, arus balik Lebaran 2026 diperkirakan akan berangsur normal dalam beberapa hari ke depan. (antara/jpnn)