Harga BBM disebut naik awal April, Kementerian ESDM pastikan BBM subsidi tetap

Photo of author

By AdminTekno

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan harga BBM subsidi tidak akan ada kenaikan pada awal April 2026, di tengah santernya kabar harga BBM non subsidi akan naik di tengah lonjakan harga minyak mentah.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Laode Sulaeman mengatakan keputusan naiknya harga BBM non subsidi baru diumumkan pada 1 April 2026 oleh badan usaha.

“Kita tunggu saja 1 April, ya, yang penting BBM Subsidi tidak ada kenaikan harga,” ungkapnya saat dihubungi kumparan, Selasa (31/3).

Sementara itu, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menanggapi kabar yang tersiar terkait prediksi harga BBM di media sosial. Dia menekankan bahwa belum ada pengumuman apa pun dari perusahaan.

“Informasi proyeksi kenaikan harga BBM yang beredar tidak dapat dipertanggungjawabkan, hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai harga per 1 April 2026,” tegasnya.

Baron menyebutkan, informasi valid terkait harga BBM Pertamina hanya melalui saluran resmi www.pertamina.com. Selain itu, dia menekankan agar masyarakat menggunakan energi dengan bijak.

“Pertamina mendukung imbauan pemerintah untuk menggunakan energi secara bijak,” katanya.

Berdasarkan informasi yang beredar, semua BBM nonsubsidi naik harganya mulai bulan depan. Pertamax pada Maret 2026 harga jualnya di Rp 12.300 per liter dikabarkan naik Rp 5.550 menjadi Rp 17.850 per liter pada April. Pertamax Green dari Rp 12.900 per liter menjadi Rp 19.150 per liter.

Kemudian, Pertamax Turbo dari Rp 13.100 per liter menjadi Rp 19.450 per liter. Pertamax Dex dari Rp 14.500 per liter menjadi Rp 23.950, dan Dexlite dari Rp 14.200 per liter menjadi Rp Rp 23.650 per liter.

Leave a Comment