Gugur di medan tugas, Sertu Ichwan tinggalkan istri dan satu anak

Photo of author

By AdminTekno

jateng.jpnn.com, MAGELANG – Duka mendalam menyelimuti keluarga prajurit TNI, Sersan Satu (Sertu) Muhammad Nur Ichwan yang gugur dalam serangan altileri Israel Defense Forces (IDF) saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon. Mendiang merupakan prajurit Angkatan Darat asal Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Istri almarhum, Hanadita Anjani (26) mengaku masih tak percaya atas kepergian suaminya. Dia menyebut kabar duka tersebut sebenarnya telah diterimanya sejak Senin (30/3), tetapi saat itu masih simpang siur.

“Sejak kemarin informasinya belum jelas. Pagi tadi baru dinyatakan valid. Dari kemarin saya itu bukan suami saya,” ujar Hanadita saat ditemui di rumah duka di Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Selasa (31/3).

Hanadita menjelaskan suaminya dijadwalkan kembali ke Tanah Air pada Mei 2026 setelah menjalankan tugas sebagai pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon sejak tahun lalu.

“(Berangkat, red) setelah Lebaran tahun lalu, jadi April ini (genap, red) satu tahun, terus diperpanjang satu bulan. Pulangnya harusnya Mei ini dan berkumpul dengan keluarga,” tuturnya.

Pertemuan terakhir Hanadita dengan sang suami terjadi pada Agustus 2025, saat dia melahirkan anak pertama mereka. Ketika itu, prajurit Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-Unifil tersebut sempat pulang selama tiga minggu.

“Saya melahirkan anak pertama pada Agustus 2025, dan suami hanya pulang selama tiga minggu,” katanya.

Dia juga mengaku tidak memiliki firasat apa pun sebelum kabar duka tersebut datang.

Namun, sebelum kejadian, suaminya sempat memberi kabar akan menjalankan patroli untuk mengevakuasi jenazah rekan sesama prajurit, Praka Fariza Romadhon yang lebih dahulu gugur pada Minggu (29/3).

“(Pamit, red) mau patroli ke lokasi kejadian sebelumnya. Saya pikir dibatalkan, ternyata tidak,” ujar Hanadita. (ink/jpnn)

Leave a Comment