Bahlil imbau masyarakat beli BBM sewajarnya, sehari satu tangki

Photo of author

By AdminTekno

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengimbau seluruh masyarakat Indonesia untuk melakukan pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) secara wajar dan bijak.

”Kita harus melakukan pembelian BBM dengan wajar dan bijak. Dalam pandangan kami (pemerintah), wajar dan bijak itu kalau isi mobil, satu hari 50 liter itu tangki sudah penuh. Jadi kita akan dorong ke sana,” ucap Bahlil dalam konferensi pers daring, Selasa (31/3) malam.

Artinya, kebutuhan pokok bahan bakar untuk kendaraan umum masih dalam perhatian. Kendati ia turut menyebut untuk mengesampingkan kebutuhan BBM yang tidak penting.

”Yang tidak terlalu penting-penting, kami mohon agar kita bisa lakukan dengan bijak,” imbuhnya.

Dalam kesempatan serupa, ia turut memastikan bahwa stok BBM Indonesia masih berada di atas standar minimum nasional. Termasuk untuk ragam jenis lain di luar BBM.

”Cadangan BBM kita semuanya di atas standar minimum nasional. Baik itu solar maupun bensin, termasuk dengan gas, avtur, dan LPG,” jelasnya.

Adapun isu beredar di masyarakat beberapa waktu ke belakang perihal isu kenaikan drastis harga BBM. Bahkan diprediksi tembus Rp 17 ribu untuk Pertamax dan di atas Rp 23 ribu untuk diesel Pertamina Dex dan Dexlite. Bahlil mengonfirmasi tidak ada kenaikan untuk bulan April 2026.

”Pemerintah atas arahan bapak presiden dan hasil rapat, penyesuaian harga untuk BBM subsidi tidak ada penyesuaian naik ataupun turun. Artinya flat, masih pakai harga sekarang,” terang Bahlil.

”Untuk BBM nonsubsidi, sampai dengan hari ini kami dengan tim pertamina dan SPBU swasta sedang melakukan pembahasan sampai waktu selesai. Nah, waktunya kapan? Tunggu dulu. Jadi belum ada penyesuaian harga, masih tetap sama,” pungkasnya.

Imbauan tegas ini menanggapi isu geopolitik yang tengah bergulir antara Iran dan Amerika Serikat. Krisis energi dengan dampak terhadap kenaikan harga serta kelangkaan BBM bisa saja terjadi.

Pembelian BBM secara wajar dan bijak—seperti kata Bahlil—diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dan efektivitas penggunaan bahan bakar, khususnya untuk kendaraan bermotor.

Leave a Comment