
Duka mendalam masih dirasakan keluarga Prajurit Kepala (Praka) Farizal Rhomadhon, anggota TNI yang gugur saat bertugas sebagai pasukan perdamaian di Lebanon.
Duka ini juga masih dirasakan Sumijan, pakde atau paman dari Farizal.
Sumijan mengatakan sebelum gugur ponakannya ini sempat bercerita baru saja menunaikan ibadah umrah.
“Tidak ada pesan apa-apa bahkan sore sebelum berita kematian itu masih bicara, kontak telepon kalau dia baru saja umrah begitu. Karena kan cuma menanti April nanti sudah selesai (penugasan di Lebanon),” kata Sumijan di rumah duka di Ledok, Kalurahan Sidorejo, Kapanewon Lendah, Kabupaten Kulon Progo, Rabu (1/4).

Di mata Sumijan, keponakannya adalah sosok yang baik dan penurut. Sebelum menjadi tentara, Farizal juga sudah pandai mencari uang sendiri.
“Belum jadi tentara sudah cari uang dengan cara jual beli burung kicauan. Bagus anaknya, kerja keras lah, dan disiplin,” katanya.
Keluarga sampai saat ini masih menanti kepulangan jenazah Farizal.
Sumijan mengatakan belum ada yang tahu pasti kapan jenazah tiba di Indonesia.
“Hari ini kalau komandan itu mengatakan jenazah akan datang hari Jumat. Itu juga (masih) perkiraan hari Jumat. Belum ada (kepastian),” kata Sumijan.

Keluarga juga masih terus memantau informasi terkini keberadaan jenazah.
“(Kendala) situasi kemarin yang mau mengambil jenazah saja kena dari rumah sakit,” katanya.
Pantauan kumparan di rumah duka, para pelayat masih terus berdatangan. Karangan bunga duka cita juga memadati halaman rumah.