Menang best actress di Festival Film Italia, Laura Basuki ngaku tak pernah selektif pilih peran

Photo of author

By AdminTekno

Kita Tekno – Nama Laura Basuki kembali mengharumkan industri perfilman Indonesia di kancah internasional. Lewat perannya dalam film Yohanna, ia berhasil menyabet penghargaan di Riviera International Film Festival (RIFF) yang digelar di Italia baru-baru ini.

Meski deretan prestasinya terus bertambah, aktris berusia 36 tahun ini mengaku tidak pernah menjadikan trofi atau penghargaan sebagai tolok ukur utama dalam memilih sebuah proyek film.

Kemenangan di Italia diakui Laura sebagai sebuah kejutan yang membahagiakan. Namun, hal itu tidak mengubah prinsipnya dalam bekerja.

Baginya, setiap film adalah sebuah proses kreatif yang ia jalani semaksimal mungkin tanpa memikirkan hasil akhirnya di panggung apresiasi.

“Ya, enggak nyangka sih sebenarnya. Kayak tiap ambil film kan biasanya ya kerjain aja, berusaha semaksimal mungkin, tapi ternyata dapat apresiasi di Italia ya bersyukur banget,” ujar Laura Basuki saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (3/4/2026).

Ditanya mengenai apakah ia kini menjadi lebih selektif setelah menang di luar negeri, Laura memberikan jawaban rendah hati.

“Sebenarnya kalau selektif enggak ya. Aku lebih memilih film-film yang memang begitu baca skenarionya aku tergugah gitu ngerjainnya,” jelasnya.

Banyak aktor merasa terbebani untuk mempertahankan standar setelah memenangkan penghargaan bergengsi. Namun, bagi pemeran karakter Yohanna ini, prestasi justru dianggap sebagai pemacu semangat, bukan beban yang harus dipikul.

“Nggak ada (beban) sih sama sekali. Kayak setiap kali memerankan sebuah film tuh nggak kepikiran kayak apresiasi atau penghargaan, tapi pas dapat ya senangnya luar biasa,” tutur Laura.

Ia menegaskan bahwa kepuasan batinnya justru datang dari proses bertemu banyak orang baru dan mengeksplorasi karakter yang unik.

“Aku nggak pernah nargetin ke depannya pokoknya tiap film aku harus ada penghargaan, nggak sama sekali. Yang penting aku ngejalanin setiap project yang aku suka.”

Totalitas Laura Basuki di Film Yohanna, Nyetir Pick-up di Pinggir Jurang Sumba hingga Belajar Gitar

 

Kredibilitas yang Diakui Sutradara

Keandalan Laura Basuki dalam berakting juga diakui oleh sutradara film Yohanna, Robby Ertanto. Dengan proses syuting yang sangat singkat, yakni hanya 10 hari, Robby menyebut Laura adalah satu-satunya pilihan yang tepat untuk memerankan karakter dengan emosi yang naik turun.

“Kita butuh aktor yang benar-benar berkualitas karena syuting kita cuma 10 hari kan. Nah, setelah kita lihat, cuma diwakilin sama Laura Basuki yang bisa mainin semua karakter up and down-nya Yohanna ini. Kredibilitas dan kemampuan Mbak Laura yang membuat kita yakin,” kata Robby.

Film Yohanna sendiri mengisahkan perjalanan seorang biarawati di Sumba yang harus berhadapan dengan realitas sosial yang keras demi menjalankan misi kemanusiaan. Sebelum akhirnya tayang di Indonesia mulai 9 April 2026, film ini telah melakukan perjalanan panjang di berbagai festival film internasional, mulai dari Rotterdam hingga Italia.(*)

Leave a Comment