
Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto menyebut almarhum Mayor Infanteri (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar sebagai salah satu prajurit terbaik yang dimiliki Indonesia.
Hal itu disampaikannya usai memimpin upacara militer pemakaman di Taman Makam Pahlawan Cikutra, Kota Bandung, Minggu (5/4) pagi.
Dalam keterangannya, Agus menegaskan bahwa almarhum merupakan prajurit Kopassus yang memiliki rekam jejak penugasan gemilang selama berdinas.
“Gugurnya prajurit terbaik yang dimiliki oleh Indonesia, Mayor Anumerta Zulmi, salah satu prajurit terbaik yang dimiliki TNI yang bertugas di Kopassus,” ujarnya.

Ia menjelaskan, setiap penugasan yang dijalankan almarhum selalu membuahkan hasil baik, hingga mendapatkan berbagai penghargaan dari satuan. Atas prestasi tersebut, almarhum kemudian dipercaya untuk menjalankan misi perdamaian di Lebanon.
“Setiap menjalankan tugas, almarhum mendapatkan reward dari satuan. Untuk reward tersebut beliau diberangkatkan ke luar negeri dalam operasi misi perdamaian di Lebanon,” katanya.
Panglima TNI juga menyampaikan duka mendalam atas gugurnya almarhum dalam menjalankan tugas negara.
“Sekali lagi kami dari TNI berduka sangat dalam atas insiden yang terjadi,” ucapnya.
Selain itu, Agus memastikan negara akan memenuhi seluruh hak yang seharusnya diterima oleh prajurit yang gugur dalam tugas. Berbagai santunan telah disiapkan, baik dari dalam maupun luar negeri.
Di antaranya, santunan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), santunan risiko kematian khusus, serta klaim asuransi. Tak hanya itu, keluarga almarhum juga akan menerima santunan kematian serta dukungan pendidikan bagi anak-anaknya.
Ia menambahkan, bantuan juga akan datang dari pemerintah pusat. Presiden Republik Indonesia, lanjutnya, telah menyampaikan langsung komitmen untuk memberikan perhatian kepada keluarga almarhum.
“Dan ada juga yang akan diberikan oleh Bapak Presiden, sudah disampaikan ke saya langsung,” pungkasnya.