
Presiden AS Donald Trump kembali mengingatkan Iran untuk tidak memungut biaya kepada kapal-kapal yang melewati Selat Hormuz. Hal ini dia katakan menjelang dialog antara AS dan Iran di Islamabad, Pakistan, guna mengakhiri perang.
Dilansir Bloomberg, Sabtu (11/4), Trump mengatakan pungutan biaya di Selat Hormuz sebagai tindakan yang bisa memperburuk pasokan energi dunia.
“Ada laporan bahwa Iran mengenakan biaya kepada kapal tanker yang melewati Selat Hormuz,” tulis Trump dalam postingan di Truth Social.
“Mereka lebih baik tidak, dan jika mereka (melakukannya), lebih baik mereka berhenti sekarang!” lanjutnya.
Sebelumnya, Iran akan memungut biaya bagi kapal-kapal tanker yang melewati Selat Hormuz. Hal ini bertujuan untuk membangun kembali infrastruktur yang runtuh akibat perang.
Menurut laporan Financial Times, Iran berencana menerima pembayaran dalam mata uang kripto, bitcoin. Sementara itu, Bloomberg sebelumnya melaporkan opsi pembayaran lain yang dipertimbangkan termasuk yuan dan stablecoin.
Secara konsep, penggunaan kripto dinilai menarik bagi Iran karena memungkinkan transaksi di luar sistem berbasis dolar AS yang selama ini menjadi alat utama penegakan sanksi Barat. Namun, para pelaku pasar menilai implementasi rencana tersebut akan sangat sulit dilakukan secara legal.
“Perusahaan pelayaran sudah berada di bawah pengawasan yang cukup ketat di seluruh dunia, mengingat mereka berada di industri berisiko tinggi,” ujar Jake Ostrovskis dari Wintermute.