
Badan pertahanan sipil Gaza melaporkan pada Sabtu (11/4) serangan udara Israel di wilayah Palestina telah menewaskan tujuh orang. Di sisi lain, militer Israel mengatakan telah menyerang “sel teroris bersenjata”.
Meskipun gencatan senjata telah disepakati pada 10 Oktober, Gaza tetap dilanda kekerasan setiap hari karena militer Israel dan Hamas saling menuduh melanggar gencatan senjata.
Mahmoud Bassal, juru bicara badan pertahanan sipil Gaza, yang beroperasi sebagai layanan penyelamatan di bawah Hamas, mengatakan sebuah drone Israel telah menembakkan dua rudal di dekat pos polisi di kamp pengungsi Al-Bureij.
Selain tujuh orang tewas, katanya, beberapa orang lainnya terluka, empat di antaranya kritis.
Rumah Sakit Martir Al-Aqsa di Gaza tengah mengatakan telah menerima enam jenazah dan tujuh orang terluka, “termasuk empat orang dalam kondisi kritis karena dampak langsung pada wajah, dada, dan bagian tubuh lainnya”.
Rumah sakit Al-Awda di dekatnya mengatakan telah menerima satu korban tewas dan dua orang terluka.
Gambar AFP dari rumah sakit Al-Aqsa menunjukkan warga Palestina berkumpul di sekitar jenazah beberapa pria, terbaring di tanah dan dibungkus kain kafan putih.
Para pelayat kemudian membawa jenazah ke Deir el-Balah dalam prosesi pemakaman.
Militer Israel mengatakan telah menyerang sel teroris Hamas bersenjata. Israel menuding akan ada serangan terhadap pasukan IDF dalam waktu dekat sehingga serangan itu dilakukan.