Bayern singkirkan Madrid di perempat final Liga Champions lewat laga epik yang dramatis

Photo of author

By AdminTekno

Kita Tekno – , JAKARTA — Bayern Munchen memastikan langkah ke semifinal Liga Champions usai menaklukkan Real Madrid 4-3 dalam duel dramatis pada leg kedua perempat final Liga Champions. Kemenangan di Allianz Arena tersebut membuat Munchen unggul agregat 6-4 atas Los Blancos.

Laga berlangsung liar, intens, penuh gol, dan emosi hingga detik akhir. Gol penentu lolosnya Bayern hadir pada penghujung laga. Luis Diaz mencetak gol pada menit ke-89. Michael Olise kemudian mengunci kemenangan pada tambahan waktu.

Madrid yang di ambang memaksakan laga berlanjut ke extra time runtuh di akhir. Eduardo Camavinga diusir pada menit ke-86. Disusul Arda Guler yang menerima kartu merah karena protes.

Kemenangan ini embuat Bayern melangkah ke empat besar. Tim asuhan Vincent Kompany akan menghadapi juara bertahan Paris Saint-Germain (PSG) di semifinal.

Jalannya laga

Pertandingan sudah panas sejak awal. Baru 35 detik, Madrid unggul. Kesalahan fatal Manuel Neuer dimanfaatkan Guler untuk mencetak gol ke gawang kosong.

Bayern merespons cepat. Lima menit berselang, Aleksandar Pavlovic menyamakan kedudukan lewat sundulan.

Madrid kembali memimpin pada menit ke-29. Guler mencetak gol keduanya melalui tendangan bebas indah.

 

Namun, Bayern tak tinggal diam. Harry Kane mencetak gol pada menit ke-37, gol ke-12-nya di kompetisi musim ini.

Laga makin panas. Tepat sebelum turun minum, Kylian Mbappe menyamakan kedudukan setelah menerima umpan Vinicius Junior.

Babak kedua sempat melambat. Namun tensi tetap tinggi. Neuer menebus kesalahan. Ia melakukan penyelamatan penting dari peluang Mbappe.

Drama memuncak jelang akhir. Kartu merah Camavinga mengubah jalannya laga. Bayern langsung memanfaatkan keunggulan jumlah pemain.

Gol Diaz, yang sempat membentur pemain lawan, membuka jalan kemenangan. Olise kemudian memastikan hasil.

Pelatih Madrid Alvaro Arbeloa kecewa dengan keputusan wasit. “Semuanya sudah berakhir setelah kartu merah. Anda tidak bisa mengusir pemain karena hal seperti itu di panggung sebesar ini. Sangat disayangkan merusak pertandingan indah yang kami semua nikmati, malam yang luar biasa yang secara langsung terpengaruh oleh keputusan wasit,” ujarnya.

Bayern tampil efektif. Tajam di momen krusial. Sementara Madrid bertarung habis-habisan, tapi akhirnya tumbang.

Laga epik ini berakhir pahit bagi raksasa Spanyol. Sementara Bayern melaju, membawa mimpi treble tetap hidup.

Leave a Comment