Ringkasan Berita:
- Komentar Alvaro Arbeloa setelah kekalahan Real Madrid atas Bayern Munchen di babak perempat final Liga Champions dengan agregat 6-4, Kamis (16/4/2026).
- Arbeloa salahkan wasit, perjuangan Los Blancos terasa sia-sia.
- Dengan hasil ini membuat Real Madrid berpeluang mengakhiri musim kompetisi tanpa gelar. Satu-satunya harapan yang tersisa di Liga Spanyol dengan selisih 9 poin dari Barcelona di puncak klasemen.
Kita Tekno – – Belum genap satu menit, Real Madrid sudah mencetak gol lewat tendangan Arda Guler yang memanfaatkan kesalahan Manuel Neuer ketika memberikan umpan kepada rekannya. Gol 1-0 Real Madrid memimpin atas Bayern Munchen pada leg kedua perempat final Liga Champions di Allianz Arena, Kamis (16/4/2026).
Gol tersebut langsung dibalas Munchen lewat sundulan Pavlovic hanya selang lima menit.
Arda Guler Kembali membawa Real Madrid unggul pada menit ke-29 sebelum disamakan Harry Kane.
Keduanya saling berbalas gol, hingga Mbappe membawa Real Madrid unggul 3-2 sebelum jeda turun minum.
Petaka Real Madrid baru terjadi di babak kedua, Camavinga yang masuk di babak kedua mendapatkan dua kartu kuning dalam tempo delapan menit yang berujung kartu merah sehingga ia harus mengakhiri laga lebih awal.
Momen itu menjadi sorotan tajam bagi pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa terhadap wasit Slavko Vincic.
Kartu kuning kedua yang diterima Camavinga setelah terjadi kontak dengan pemain Munchen.
Pemain Munchen langsung menghampiri wasit agar memberikannya kartu kuning kedua, dan benar saja wasit mengeluarkan dari kantongnya yang tak lama kemudian menyusul kartu merah.
“Saya rasa lebih buruk lagi dia tidak tahu kalau Camavinga sudah mendapat kartu kuning, karena itu kesalahan ganda,“ kata Arbeloa dikutip dari Managing Madrid.
Camavinga memang melakukan kontak terhadap pemain Munchen, namun di mata Arbeloa pelanggaran itu bukanlah sesuatu yang keras dan fatal sehingga tidak seharusnya dia mendapatkan kartu kuning kedua.
Arbeloa menduga, wasit Slavko tidak menyadari bahwa Camavinga sudah mendapatkan kartu kuning sebelumnya, sehingga Ketika diingatkan pemain Munchen ia mendapat yang kedua.
“Semua kerja keras dan usaha menjadi sia-sia karena keputusan seperti yang dibuat wasit,“ bebernya.
“Tidak ada yang mengerti mengapa seorang pemain diusir karena permainan seperti itu,“ sambungnya.
Pemain Madrid yang berada di sekitar Camavinga pun sontak terkejut dengan keputusan wasit, dan mereka melakukan protes. Namun upaya tersebut tidak ada hasilnya, Camavinga tetap diusir keluar lapangan.
“Ini lelucon,“ dua kata yang terlontar dari mulut Jude Bellingham usai pertandingan di mix zone.
Tak hanya Camavinga, Arda Guler juga mendapat kartu merah dari wasit pada peluit akhir pertandingan karena memprotes wasit.
Bayern Munchen berhasil menyamakan kedudukan di penghujung waktu normal pertandingan lewat tendangan Luis Diaz. ditambah dengan aksi individu yang mengakhiri peluang dengan sempurna di masa injury time.
Gol yang memastikan Bayern Munchen melangkah ke babak semifinal Liga Champions.
Arbeloa Puji Timnya
Meskipun begitu, Arbeloa mengapresiasi performa anak asuhnya di lapangan karena telah memberikan perlawanan yang begitu sengit.
Meski gagal mempersembahkan gelar Liga Champions ke-16, tidak ada waktunya bersedih dan akan menatap laga akhir pekan di Liga Spanyol melawan Alaves.
“Para pemain menampilkan performa yang luar biasa. Saya turut sedih untuk mereka, dan para penggemar,“ ungkapnya.
“Saya kecewa Real Madrid tidak akan memenangkan Piala Eropa ke-16 tahun ini. Mereka telah memberikan yang terbaik.“
“Mulai hari ini, kita masih memiliki beberapa pertandingan tersisa, dan kita harus mempertahankan lambang ini sepenuhnya, seperti yang kita lakukan hari ini,“ tutupnya.
Dengan kekalahan ini, itu artinya Real Madrid hanya memiliki peluang juara di Liga Spanyol dengan tujuh pertandingan yang tersisa.
Apesnya, saat ini Los Blancos tertinggal 9 poin dari Barcelona yang berada di puncak sehingga membuat peluang mereka terasa kecil.
Jika gagal, ini adalah hasil yang buruk karena dua musim beruntun tanpa gelar juara bagi tim sekelas Real Madrid.
(Tribunnews.com/Sina)