Pramono siapkan pasukan khusus untuk tangani ikan sapu-sapu di Jakarta

Photo of author

By AdminTekno

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan penanganan ikan sapu-sapu di Jakarta tak hanya bersifat seremonial, tetapi akan dilakukan secara rutin.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bahkan akan menyiapkan “pasukan khusus” untuk fokus mengendalikan populasi ikan invasif tersebut.

Hal itu disampaikan Pramono usai meninjau operasi penangkapan ikan sapu-sapu di kawasan perumahan elite di Jalan Janur Elok RW 06, Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara, Jumat (17/4).

“Yang pertama pasti akan dilakukan secara rutin dan diperluas. Karena tidak cukup hanya kemudian yang bersifat seremonial seperti ini. Secara khusus nanti kami akan tugaskan PPLH yang bertugas untuk itu. PPLH khusus untuk mengurangi dominasi ikan sapu-sapu,” ujar Pramono.

Dalam operasi penangkapan tersebut, Pramono pun sempat menyoroti ikan sapu-sapu berjenis betina yang lebih berisi dibandingkan yang jantan.

“Dan saya juga baru tahu kenapa ikan sapu-sapu yang wanita yang perempuan itu rata-rata lebih gemuk daripada yang pria dan telurnya satu ikan itu bisa 300 sampai 3.000,” kata Pramono.

Menurut dia, pembentukan penugasan khusus ini menjadi langkah strategis karena laju perkembangbiakan ikan sapu-sapu tergolong sangat cepat.

“Jadi bertelurnya cepat banget. Artinya ini yang kemudian menjadi PR bagi Pemerintah Jakarta, kami akan konsentrasi dan untuk itu nanti akan ada penugasan secara khusus PJLP (Penyedia Jasa Lainnya Perorangan) yang menangani ikan sapu-sapu ini,” tuturnya.

Pramono juga mengungkapkan, berdasarkan hasil kajian yang ia pelajari, ikan sapu-sapu tidak hanya berkembang di perairan kotor, tetapi juga dapat bertahan di air bersih, termasuk di negara asalnya, Amerika Selatan.

“Saya memang karena ingin tahu, saya mendalami dan saya baca literasi, dan juga melihat yang pertama di sumbernya sendiri di Amerika Selatan dan ini rupanya ikan ini juga berkembang bukan hanya air-air yang kotor, air yang bersih pun terjadi bahkan di Amerika Serikat pun ada,” jelas Pramono.

Namun demikian, pemanfaatannya masih terbatas karena kandungan logam berat yang tinggi.

“Dan mereka sekarang ini yang dilakukan adalah membuat dengan panas yang tinggi sekali di-press, kemudian dijadikan tepung untuk makan ternak termasuk makan ikan hias dan sebagainya. Dan itu pun mereka sekarang masih belum berani dilakukan secara massal karena kandungan logamnya di negara-negara yang airnya lebih bersih pun itu sudah cukup tinggi dengan ambang batas yang mereka miliki,” jelas Pramono.

“Di Jakarta kita sudah menemukan rata-rata sudah di atas 0,3 (residu) dan itu berbahaya. Maka dengan demikian kami melakukan tindakan untuk mengurangi populasi ini dan mudah-mudahan kalau ditanya berapa persen harusnya ya sebisa mungkin semaksimal mungkin kami akan lakukan untuk mengurangi karena kalau ini dibiarkan sebentar saja dominasinya pasti akan kembali,” tambahnya.

Ia menegaskan, keberadaan pasukan khusus dari PJLP nantinya akan difokuskan untuk melakukan perawatan sekaligus penangkapan ikan sapu-sapu di berbagai titik perairan seperti sungai dan selokan.

“Jadi kemudian kenapa PJLP yang bertugas khusus nanti kami akan tugaskan untuk merawat ataupun mengambil ikan sapu-sapu yang ada di selokan di sungai-sungai yang seperti ini dan sebagainya,” tegas Pramono.

Leave a Comment