Kondisi miris santri korban dugaan pelecehan Syekh Ahmad Al Misry, mayoritas di bawah umur

Photo of author

By AdminTekno

Kita Tekno – Kondisi miris para santri korban dugaan pelecehan yang menyeret nama Syekh Ahmad Al Misry, mayoritas di bawah umur.

Kasus dugaan pelecehan sesama jenis kembali membuat heboh masyarakat Indonesia.

Sosok Syekh Ahmad Al Misry yang dikenal di Indonesia sebagai juri dalam program pencarian bakat hafiz Quran yang tayang di televisi kini jadi tersangka.

Penetapan status tersangka itu dilakukan oleh penyidik Bareskrim Polri usai mengusut laporan dari Habib Mahdi.

Diketahui, ada peran pendakwah Oki Setiana Dewi yang turut andil dalam pengungkapan kasus ini.

Sudah berstatus tersangka, Syekh Ahmad Al Misry kabarnya sudah angkat kaki dari Indonesia dan kembali ke negara asalnya, Mesir.

Pelapor sekaligus perwakilan para korban, Habib Mahdi pun dibuat naik darah. Ia meminta Syekh Ahmad Al Misry menghadapi proses hukum yang bergulir di Indonesia.

Habib Mahdi lantas mengungkap kondisi miris para korban. Ia mengatakan, para korban yang kebanyakan di bawah umur dalam kondisi trauma berat.

Mereka disebut sampai ketakutan bertemu dengan ustaz.

“Kalau sesama jenis ini kan menular ya dan anak-anak ini memiliki trauma yang sangat luar biasa ya kan,” ungkapnya, dikutip dari YouTube Reyben Entertainment, Sabtu (25/4/2026).

“Ketika ngadepin saya aja mereka histeris. Dia bilang, ‘Saya sudah enggak percaya sama ustaz. Bahkan saya sudah memilih murtad daripada begini’,” tambahnya.

Menurutnya, para korban harus menjalani pengobatan dari traumanya.

“Artinya, ini kita mesti ngobatin mereka itu juga tahunan,” tandas Habib Mahdi.

Habib Mahdi menerangkan, ketika menemui korban, mereka membutuhkan waktu untuk menceritakan kembali kejadian memilukan itu.

“Bahkan ketika kemarin saya wawancara itu antara hari pertama dan berikutnya perlu jeda, perlu waktu. Ada tetesan air mata yang sangat mendalam. Penyesalan, kok kenapa saya harus kenal sama Ahmad Misry,” selorohnya.

Dari banyaknya korban, Habib Mahdi menegaskan, hampir seluruhnya masih di bawah umur.

“Korbannya dipastikan laki-laki semua, 80 persen di bawah umur,” tegasnya.

Syekh Ahmad Al Misry Jadi Tersangka

Bareskrim Polri menetapkan pendakwah asal Mesir, Ahmad Al Misry sebagai tersangka dalam kasus dugaan pelecehan terhadap sejumlah santri.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, penetapan tersangka itu dilakukan usai penyidik melakukan gelar perkara.

“Berdasarkan pelaksanaan Gelar perkara oleh Penyidik atas dasar laporan polisi nomor : LP/B/586/XI/2025/SPKT/Bareskrim Polri tanggal 28 November 2025 penyidik telah menetapkan saudara SAM sebagai tersangka,” kata Trunoyudo, dikutip dari Tribunnews.com, Jumat (24/4/2026).

Ia mengatakan dalam hal ini, penyidik dari Dittipid PPA dan PPO Bareskrim Polri telah memberikan surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) kepada korban.

“Dalam rangka memberikan perlindungan dan pelayanan terhadap korban, penyidik telah melakukan proses penyidikan oleh Dittipid PPA dan PPO Bareskrim Polri,” jelasnya.

Dugaan Modus Pelecehan

Nama pendakwah asal Mesir, Syekh Ahmad Al Misry alias SAM sebelumnya dilaporkan ke Bareskrim Poldi terkait dugaan tindak pelecehan seksual perilaku menyimpang terhadap sejumlah santri, Kamis (12/3/2026).

Menyusul laporan itu, pihak perwakilan korban yang diwakili Habib Mahdi mengungkapkan kronologi awal tindak dugaan asusila yang dilakukan Syekh Ahmad.

Dikatakan Habib Mahdi, jumlah korban lebih dari satu yang berasal dari berbagai daerah.

Modus yang digunakan SAM, dikatakan Habib Mahdi, turut membawa-bawa nama Nabi Muhammad SAW.

“Saya buka, ada satu video yang singkat ya. Kurang lebih durasinya 9 detik. Itu kalimat bahwa ‘Syekh, kenapa demikian’. Lalu si Syekh itu mengatakan, ‘enggak apa-apa kok, Nabi Muhammad dengan Sayyidina Ali pun melakukan hal yang seperti itu’ gitu,” terang Habib Mahdi, dikutip dari YouTube Seleb On Cam News, Kamis (23/4/2026).

Habib Mahdi kemudian membuka video lain yang ia terima.

“Saya cari video yang berkaitan dengan orang tersebut. Ada muka, ada baju yang sama, saya buka. Saya dengerin dari awal sampai akhir. ‘Loh ini apa ini, kok gitu? Kok ho**se****al, kok pelecehan yang ada di luar nalar saya. Laki sama lelaki,” ucapnya lagi.

Korban Sempat Menolak

Dikatakan Habib Mahdi, antara satu korban dengan korban lainnya tak saling mengenal.

“Antara korban di video ini dengan di video itu tak saling kenal. Lokasinya juga berbeda. Jadi, dua orang ini tidak saling kenal,” imbuhnya.

“Lalu saya tanya, apa kok sampai Anda mau melakukan seperti itu. Pertama kejadiannya di Purbalingga. Si korban berusia 15 tahun. Saat itu Syekh Ahmad sedang berdakwah di sana,” tuturnya.

“Kebetulan bertamu di pondok pesantren pamannya si korban ya. Sebagai tamu, minta ditemenin. Setelah ditemenin ngobrol-ngobrol ditawarin, mau enggak saya berangkatin ke Mesir menjadi hafiz Alquran. Nanti kalau ke sana memiliki sanad,” jelas Habib Mahdi lagi.

Habib Mahdi menjelaskan, sanad merupakan sesuatu pencapaian yang luar biasa bagi penghafal Alquran.

“Otomatis dia mau, iming-iming agama ya. Setelah mau, ‘Oke setelah ngobrol semua, kamu benar mau, yakin? Ya udah saya cek fisik’,” tambah Habib Mahdi menirukan ucapan SAM.

“Namanya anak umur 15 tahun, enggak pernah ke luar negeri suruh cek fisik. Apa cek fisiknya? Buka baju, buka baju begini, mau lihat ada tatonya enggak, ada cacat enggak, dan sebagainya,” seloroh Habib Mahdi.

Korban sempat menolak ketika diminta membuka celananya.

“Tanya suruh buka celananya. Tadinya enggak mau. Termasuk mohon maaf, alatnya dipegang ya. Sudah kejadian, korban diberangkatin karena janjinya,” lanjut Habib Mahdi.

Korban kembali menerima perlakuan penyimpangan lainnya saat menginap di rumah SAM.

“Waktu di Jakarta, rumahnya si Ahmad Misry ini itu korban yang sama juga dilu*ut bibirnya karena katanya supaya fasih,” jelasnya.

Andil Oki Setiana Dewi Ungkap Dugaan Pelecehan

Dugaan tindak asusila pelecehan seksual sesama jenis terhadap para santri yang melibatkan pendakwah Syekh Ahmad Al Misry alias SAM masih bergulir.

Belakangan terungkap andil aktris sekaligus pendakwah Oki Setiana Dewi membongkar dugaan pelecehan sesama jenis itu.

Diungkapkan perwakilan dari pihak korban, Habib Mahdi, Oki Setiana Dewi menjadi sosok penting dalam kasus ini.

Dia rupanya turut membongkar kasus dugaan pelecehan santri oleh Syekh Ahmad yang terjadi di Mesir.

“Ustazah Oki jadi saksi (atas laporan di Bareskrim). Karena kasus di Mesir dia yang ngungkap,” terang Habib Mahdi, dikutip dari YouTube Seleb Oncam News, Kamis (23/4/2026).

Habib Mahdi mengurai, insiden di Mesir terjadi di tahun 2025 lalu. 

“Kasus yang di Mesir ini kejadiannya pada Minggu terakhir bulan Agustus sampai dengan minggu pertama bulan September. Artinya, 14 hari,” tandasnya.

“Selama 14 hari ini, kejadian itu 11 hari berturut-turut di tahun 2025,” lanjut Habib Mahdi.

Kala itu, dikatakannya, Oki dihubungi kakak korban.

“Nah, terungkap sama Ustazah Oki kebetulan kakaknya si korban itu mendapatkan beasiswa Ustazah Oki ya. Diperbantukan di sekolahannya Ustazah Oki. Nah, si kakaknya ini tidak bisa langsung komunikasi sama Ustazah Oki, minta tolong sama orang lain.”

“Orang lainnya ini minta izin kepada Ustazah Oki untuk memberikan nomornya pada si kakak. Si kakak ini akhirnya komunikasi sama Ustazah Oki, menanyakan peristiwa itu pada si korban,” tambahnya.

Saat itu, korban sempat enggan mengaku. 

Namun, akhirnya menceritakan pengalaman pahit itu kepada istri Ory Vitrio Abdullah tersebut.

“Si korban saat itu tidak mengungkap 100 persen, tapi adanya pelecehan itu terungkap,” tegasnya.

Diakui oleh korban, selama 11 hari dia terus menerima pelecehan dari SAM.

“Setelah pulang ke Indonesia, saya ketemuin si korban. Saya ajak bicara ternyata 11 hari. Dan si korban yang di Mesir ini umurnya sekarang baru 17 tahun. Waktu kejadian itu umur 16, berangkat itu umur 15,” bebernya lagi.

Dalam kasus ini, Habib Mahdi turut menekankan bahwa keseluruhan korban adalah laki-laki.

“Dan itu rata-rata korbannya laki-laki semua,” pungkasnya.

Syekh Ahmad Al Misry Bantah Tudingan

Syekh Ahmad Al Misry alias SAM sempat muncul dan menanggapi tuduhan dugaan tindak pelecehan seksual menyimpang yang ia lakukan terhadap sejumlah santri.

SAM dilaporkan ke Bareskrim Polri setelah diduga melecehkan santri-santri pria dengan modus agama.

Kasus dugaan pelecehan seksual sesama jenis itu hingga kini telah naik ke tahap penyidikan.

Syekh Ahmad sendiri akhirnya muncul dan menjawab terkait kabar tersebut.

Dia membantah tegas tudingan yang dilayangkan padanya.

Syekh asal Mesir itu mengklaim dirinya memiliki bukti telah difitnah.

“Tuduhan pelecehan kepada santri, itu tidak benar adanya. Maka mohon teliti karena bukti-bukti yang saya punya, sudah saya serahkan kepada kuasa hukum saya untuk menyerahkannya kepada pihak yang berwenang dan juga ada saksi-saksinya,” jelasnya, dikutip dari YouTube Reyben Entertainment, Kamis (23/4/2026).

“Tuduhan fitnah yang sangat kejam yang sangat melukai hati saya dan setiap orang muslim adalah fitnah terhadap Rasulullah SAW melakukan pelecehan kepada Sayyidina Ali bin Abi Thalib. Nauzubillah,” tandasnya.

“Itu adalah dusta dan fitnah yang sangat kejam yang melukai hati kita sebagai muslim,” tegasnya.

Syekh Ahmad bersumpah tak pernah melakukan fitnah yang dituduhkan.

“Demi Allah, saya tidak pernah berfatwa dengan hal demikian. Dan ini adalah fitnah yang sangat kejam yang disebarluaskan di banyak medsos,” katanya bersumpah.

(Banjarmasinpost.co.id/Tribunnews.com)

Leave a Comment