
jpnn.com, JAKARTA – Anggota Komisi I DPR RI Nico Siahaan mendorong pemerintah Indonesia berbicara di level internasional untuk membahas kemungkinan menarik pasukan, dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Hal demikian dikatakan Nico menyikapi bertambahnya korban tewas prajurit TNI selama menjalankan misi di Lebanon.
“Menarik pasukan perdamaian atau peacekeeping UNIFIL untuk ditarik dari tengah medan pertempuran,” kata Nico kepada awak media dikutip Minggu (26/4).
Legislator fraksi PDI Perjuangan itu menyatakan penarikan pasukan dimungkinkan, karena eskalasi konflik di Lebanon yang membuat nyawa prajurit TNI dalam bahaya.
Info dari TNI soal Pemulangan Jenazah Praka Rico Pramudia yang Gugur di Lebanon
“Menurut saya sudah berbeda tugas yang tentara kita dikirimkan sebenarnya untuk menjaga perdamaian pascaperang yaitu UNIFIL, ya, kan. Makanya dinamakan pasukan Peacekeeping,” ujar Nico.
Dia mengaku tidak ingin prajurit TNI dalam misi perdamaian makin banyak yang tewas menyusul eskalasi konflik di Lebanon.
“Saat ini posisinya sudah berada di tengah medan pertempuran dengan peralatan yang memang yang tidak disiapkan untuk ikut terlibat di dalam perang, sehingga keamanan dari prajurit Indonesia yang terlibat di UNIFIL ini sudah sangat terancam,” kata dia.
Dia menuturkan penarikan pasukan tidak perlu menunggu selesainya tugas prajurit TNI pada periode Mei 2026.
Praka Rico Gugur di Lebanon, Komisi I Dorong PBB Evaluasi Perlindungan Pasukan UNIFIL
“Kami mengusulkan untuk ditarik, walaupun memang dalam waktu dekat di bulan Mei tugas mereka akan selesai,” katanya.
Seorang prajurit TNI yang bertugas dalam misi UNIFIL, Praka Rico Pramudia meninggal dunia pada Jumat (24/4).
Diketahui, Praka Rico gugur setelah menjalani perawatan di Lebanon akibat menjadi korban sebuah ledakan peluru kendali ke marakas UNIFIL, pada Rabu (29/3) lalu.
3 Prajurit Gugur di Lebanon, Legislator Singgung Evaluasi Penugasan TNI di UNIFIL
“UNIFIL menyesalkan wafatnya Kopral Rico Pramudia, yang mengalami luka kritis setelah ledakan peluru kendali di pangkalannya di Adchit Al Qusayr,” demikian disampaikan akun UNIFIL_ di media sosial X yang diunggah pada Jumat ini.
UNIFIL dalam keterangannya menyampaikan duka cita bagi keluarga dan teman-teman Praka Rico, TNI AD, pemerintah, serta rakyat Indonesia.
“Kami menuntut kepada semua aktor agar mereka menjunjung kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional dan memastikan keselamatan serta keamanan personel dan properti PBB setiap saat,” demikian keterangan lembaga tersebut.
Bea Cukai Fasilitasi Pemulangan Jenazah Prajurit TNI Anggota UNIFIL dengan Layanan Ini
Gugurnya Praka Rico dalam misi UNIFIL menambah duka bagi Indonesia. Total prajurit TNI yang tewas di Lebanon menjadi empat.
Selain Rico, prajurit yang tewas dalam misi perdamaian itu ialah Mayor Infanteri Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon. (ast/jpnn)