
Keluarga korban kecelakaan Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur mulai berdatangan ke RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (28/4).
Suasana di Pos DVI (Disaster Victim Identification) antemortem RS Polri dipenuhi keluarga korban. Mereka datang berharap mendapat kepastian soal anggota keluarga yang diduga menjadi korban kecelakaan.
Di ruang tunggu, sejumlah keluarga tampak duduk sambil menahan tangis. Beberapa di antaranya terlihat berlinang air mata, saling mengusap punggung untuk menguatkan satu sama lain.

Salah satunya Watasirin (69). Ia mencari keponakannya yang berusia 24 tahun yang hilang kontak saat pulang kerja dengan kereta.
Watasirin mengaku pertama kali mengetahui kabar tersebut dari keluarganya di Bekasi. Ia mendapat informasi bahwa keponakannya belum pulang setelah menumpang kereta.
“(Namanya) Vika Agnia Pratiwi. Ditelepon dari adik-adik bahwa keponakan ini pulang kerja naik kereta,” kata Watasirin.
Menurutnya, pihak keluarga langsung berupaya menghubungi korban. Namun, hingga kini tidak ada respons.

“Setelah itu dicari di rumahnya, sudah ditelepon, tapi tidak ada respons, tidak ada balasan,” ujarnya.
Ia menyebut, upaya menghubungi Vika sudah dilakukan sejak kabar kecelakaan beredar.
Karena tidak mendapat kepastian, orang tua korban meminta Watasirin yang berada lebih dekat dengan RS Polri untuk melakukan pengecekan langsung.
“Sekarang dia menelepon saya, minta saya menghubungi pihak rumah sakit karena dia jauh di Bekasi, sementara saya tinggal dekat sini,” katanya.
Watasirin kemudian mendatangi RS Polri dan diarahkan ke Pos DVI untuk proses pencocokan data korban.
“Saya cek tadi ke forensik, katanya ke sini, ke DVI. DVI untuk mencocokkan data-data, untuk mengetahui apakah korban kecelakaan tujuh orang ini ada di sini atau tidak,” jelasnya.
Ia mengatakan, hingga kini pihak keluarga masih menunggu hasil identifikasi dari tim DVI.
“Belum, masih ditunggu. Masih dicek apakah ada atau tidak. Kalau ada, ya syukur,” ucapnya.
Watasirin menambahkan, pihak keluarga sebelumnya juga telah mencari korban ke sejumlah rumah sakit di Bekasi, namun belum membuahkan hasil.
“Sudah, sejak semalam dicek, tidak ada sama sekali,” ujarnya.
Ia juga menyebut, orang tua korban saat ini tengah dalam perjalanan menuju Jakarta untuk memastikan kondisi anaknya. Sebelumnya, mereka berada di luar kota karena ada keluarga yang meninggal dunia.
“Orang tuanya ada di Bekasi. Sekarang lagi dalam perjalanan pulang karena ada mertuanya meninggal. Jadi sekarang menuju ke sini untuk mengecek,” kata dia.
Ia pun berharap korban dapat segera ditemukan.

“Ini sekarang belum, mudah-mudahan ditemukan di sini. Soalnya dia naik kereta,” ucap Watasirin.
Ia juga berharap penyebab kecelakaan dapat segera diungkap.
“Kita tidak tahu, tapi seharusnya memang cepat diungkap apa penyebab kecelakaan ini,” tuturnya.