
Kita Tekno – , JAKARTA — Muhammad Qodari telah melakukan serah terima jabatan (sertijab) menjadi Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI dari yang sebelumnya dijabat Angga Raka Prabowo pada Selasa (28/4/2026).
Dia sendiri sebelumnya menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP). Posisinya di KSP kemudian digeser oleh Dudung Abdurachman.
Qodari mengatakan bahwa mengacu Perpres No. 96 Tahun 2025 yang mengatur pembentukan Bakom RI, lembaga tersebut dibuat untuk menjalankan orkestrasi komunikasi pemerintah.
: Qodari Jadi Kepala Bakom RI, Ungkap Tantangan Komunikasi di Era Medsos
“Ke depan saya berharap Bakom dapat proaktif, dalam komunikasi program pemerintah. Hal ini karena program Presiden banyak dan baru. Paradigma baru harus dijelaskan secara intensif,” katanya dalam sambutannya di acara sertijab Kepala Bakom RI pada Selasa (28/4/2026).
Dia bercerita bahwa dalam satu acara, ada pengamat yang mengatakan bahwa Presiden Prabowo terkesan mengajak berperang seiring penunjukan Qodari dan Hasan Nasbi di posisi komunikasi Pemerintah. Seiring dengan penunjukan Qodari sebagai Kepala Bakom RI, Hasan Nasbi pun ditunjuk Presiden Prabowo sebagai Penasehat Khusus Presiden bidang Komunikasi.
: : Profil Muhammad Qodari: dari Pengamat Politik, KSP, Kini Kepala Bakom
Menurut pengamat tersebut berdasarkan cerita Qodari, baik Qodari dan Hasan Nasbi merupakan tipikal penyerang. Qodari pun mengomentari pernyataan pengamat tersebut bahwa dirinya memang berupaya aktif memberikan perimbangan informasi.
Dia mengatakan bahwa era komunikasi saat ini, terutama dengan adanya media sosial berbeda dengan era 10-20 tahun lalu. Hal ini kemudian memberikan tantangan, termasuk bagi Bakom RI dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
“Karena informasi terus datang, maka harus melakukan perimbangan, memberikan perspektif dan pandangan-pandangan,” ujarnya.
Adapun, Angga Raka Prabowo yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengatakan bahwa kerja Bakom RI tidak lah mudah. Sebab, banyak program Prabowo yang mesti diterangkan ke publik.
Namun, menurutnya Qodari mampu untuk mengemban tugas tersebut dalam upaya mengembangkan Bakom RI.
“Saya yakin Bakom RI akan lebih baik dalam mengawal dan terangkan ke publik program-program Presiden Prabowo,” kata Angga Raka.