
Kita Tekno – Detik-detik penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus muncul dalam surat dakwaan yang dibacakan di Pengadilan Militer II-08 Jakarta hari ini (29/4). Serangan yang dilakukan oleh 4 prajurit dari Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI tersebut dimulai pada pukul 16.30 WIB dari Mess BAIS TNI.
Oditur militer mengungkapkan bahwa beberapa jam sebelum penyiraman air keras terjadi, 4 orang terdakwa berangkat Mess BAIS TNI menggunakan 2 sepeda motor. Terdakwa 1 atas nama Serda (Mar) Edi Sudarko berboncengan dengan terdakwa 2 atas nama Lettu (Mar) Budhi Hariyanto Widhi Cahyono. Mereka menggunakan sepeda motor Honda Beat berpelat nomor F 3151 BY.
Sementara terdakwa 3 atas nama Kapten (Mar) Nandala Dwi Prasetya berboncengan dengan terdakwa 4 atas nama Lettu (Pas) Sami Lakka. Mereka menggunakan sepeda motor Yamaha Mio Soul bernomor polisi B 3334 CLK. Mereka lantas bertolak ke bengkel mobil Denma BAIS TNI. Dari lokasi tersebut, terdakwa 2 mengambil aki bekas yang berada di pojok depan toilet kamar mandi.
Bank Digital Uji Kepercayaan Publik di 2026: Laba Tumbuh, Kredit Diperketat
”Lalu menuangkan air aki dan cairan pembersih karat yang berada di dalam lemari besi yang tidak dikunci. Kemudian terdakwa mencampur kedua cairan tersebut ke dalam gelas tumbler warna ungu dengan tutup warna hitam yang terdakwa bawa dari kamar,” ungkap oditur militer.
Air keras dalam tumbler itu dibungkus menggunakan kresek berwarna hitam. Kemudian digantungkan pada sepeda motor yang dikendarai oleh terdakwa. Selang setengah jam, pada pukul 17.00 WIB, para terdakwa bergerak ke lokasi acara Kamisan di seberang Istana, Jakarta Pusat (Jakpus). Di lokasi itu, mereka tidak menemukan Andrie Yunus yang sudah ditandai dalam obrolan-obrolan sebelumnya.
”Bahwa sesampainya di Monas para terdakwa tidak menemukan keberadaan saudara Andrie Yunus, kemudian para terdakwa melanjutkan mencari saudara Andrie Yunus ke tempat lain dan sesampainya di Tugu Tani terdakwa 1 dan terdakwa 2 berpisah dengan terdakwa 3 dan terdakwa 4,” bunyi dakwaan yang disampaikan oleh oditur militer.
Korban Tewas Kecelakaan Kereta di Bekasi Bertambah Jadi 16 Orang
Mereka berpisah jalan karena terdakwa 3 dan terdakwa 4 mencari Andrie ke Kantor YLBHI. Sementara terdakwa 1 dan terdakwa 2 bergerak ke arah Kwitang. Mereka bergerak mendekati kantor KontraS. Sekitar pukul 18.30 WIB, terdakwa 3 dan 4 melanjutkan perjalanan ke kantor YLBHI. Mereka lantas memantau aktivitas di sekitar kantor tersebut sampai pukul 23.00 WIB.
”Bahwa sekira pukul 23.00 WIB terdakwa 1 dan terdakwa 2 menemui terdakwa 3 dan terdakwa 4 dan mengajak pulang. Kemudian pada saat akan pulang terdakwa 3 melihat saudara Andrie Yunus sedang naik sepeda motor warna kuning keluar kantor YLBHI dan berkata itu si Andrie Yunus orangnya keluar pake motor kuning,” terang dia.
Setelah itu, para terdakwa mengikuti Andrie dari belakang. Sekitar pukul 23.30 WIB, terjadilah penyiraman air keras terhadap Andrie di sekitar Salemba, Jakpus. Mereka lantas melarikan diri ke arah berbeda. Terdakwa 1 dan 2 mengarah ke RSCM, sedangkan terdakwa 3 dan 4 bergerak ke arah Jalan Pramuka dan langsung kembali ke Mess BAIS TNI.