Sahroni Soroti Taksi Listrik soal KA vs KRL di Bekasi: Jika Salah, Hukum-Sanksi

Photo of author

By AdminTekno

Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni, menyorot taksi Green SM yang disebut sebagai ‘biang kerok’ dari kecelakaan tabrakan anatara Kereta Api Argo Bromo dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam yang menyebabkan 16 orang meninggal dunia.

Sahroni mendesak kepolisian dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mendalami dugaan kelalaian taksi Green SM dalam kejadian ini.

“Saya minta polisi bekerja sama dengan KNKT untuk selidiki betul keterlibatan taksi Green SM yang diduga menjadi salah satu pemicu tabrakan maut ini. Perlu diperiksa benar apakah sopir memang sengaja melewati rel setelah tahu bahwa akan ada kereta melintas, karena harusnya dia juga paham bahwa mobil listrik itu kan kalau bertemu sinyal rel bisa langsung berhenti. Ini bahaya sekali,” ucap Sahroni kepada wartawan, Selasa (28/4).

“Kalau memang ada unsur kesengajaan, tak hanya sopirnya yang harus dihukum berat, tapi perusahaannya juga harus disanksi,” tambahnya.

Bendahara Umum NasDem ini menyebut, Indonesia merupakan negara yang terbuka terhadap investasi. Namun bukan berarti bisnis yang dijalankan dibiarkan berjalan tanpa SOP yang ketat dan jadi meresahkan masyarakat.

“Karena perlu dicatat, negara kita sangat terbuka untuk investasi dari luar atau pebisnis mau cari uang di sini. Tapi harus benar-benar baik barangnya dan membawa manfaat yang besar bagi masyarakat,” ujarnya.

“Sedangkan ini, track record taksi listrik tersebut kalau kita lihat di sosial media memang sering ugal-ugalan dan meresahkan, sudah banyak laporannya dari masyarakat,” tambah Sahroni.

Sahroni mengingatkan aksi ugal armada Green SM sempat menyebabkan kecelakaan kereta api di wilayah Sawah Besar, Jakarta Pusat, pada Desember 2025. Ia meminta adanya evaluasi.

“Bahkan sebelumnya, taksi yang sama juga pernah ditabrak kereta di Sawah Besar karena diduga menerobos palang. Artinya ada pola dan kelalaian sistemik yang harus dievaluasi, bahkan ya tadi, bisa saja dijatuhi sanksi,” tutup Sahroni.

Sebelumnya kecelakaan itu terjadi karena ada taksi Green SM yang mogok di tengah rel, di perlintasan sebidang Jalan Ampera sebelum Stasiun Bekasi Timur. Taksi itu tertabrak KRL Commuter Line yang mau mengarah ke Jakarta dari arah Tambun.

Dari arah berlawanan, KRL Commuter Line dari Stasiun Bekasi Timur tertahan karena adanya kecelakaan itu. KRL ini lah yang ditabrak oleh KA Argo Bromo dari belakang saat sedang berhenti.

Leave a Comment