4 kantor lurah selesai direnovasi, Pramono tekankan layanan harus gratis

Photo of author

By AdminTekno

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meresmikan empat kantor lurah yang telah selesai direnovasi. Keempat kantor tersebut adalah Kelurahan Senen dan Tanah Tinggi di Jakarta Pusat, serta Kelurahan Semper Barat dan Sunter Jaya di Jakarta Utara.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan kantor kelurahan merupakan garda terdepan pelayanan publik yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.

“Saya ingin menyampaikan apresiasi atas pembangunan yang luar biasa, karena dalam perspektif saya sebenarnya, ini adalah ujung tombak utama pelayanan yang diberikan kepada masyarakat,” ujar Pramono di Kantor Lurah Senen, Jakarta Pusat, Senin (4/5).

Ia menegaskan, kantor lurah bukan sekadar ruang administratif, tetapi pusat interaksi sosial dan layanan dasar warga.

“Yang paling dekat, paling banyak dikomplain, kalau salah dikit dikomplain, kalau benarnya banyak biasanya disenyumin aja. Tetapi memang inilah ujung tombak dari pelayanan yang diberikan kepada masyarakat,” paparnya.

Menurutnya, revitalisasi ini menjadi langkah awal pembenahan layanan di tingkat paling bawah, dengan target perbaikan berkelanjutan hingga 2030.

“Maka, dengan peresmian empat kantor kelurahan dari 267, saya minta kepada Asisten Biro Pemerintahan, kita mudah-mudahan sampai dengan tahun 2030, kita bisa menambah banyak kantor-kantor kelurahan yang kita akan perbaiki,” tutur Pramono.

“Di sana proses interaksi sosial terjadi. Maka dengan demikian, kantor pelayanan atau kantor kelurahan ini harus betul-betul mengubah mindset-nya cara kita memberikan pelayanan,” sambung dia.

Pramono pun menyoroti layanan PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu) di kantor kelurahan yang mencakup berbagai kebutuhan warga, mulai dari perizinan usaha kecil hingga administrasi perpindahan, dan seluruhnya gratis.

“Saya terus terang sangat terkesan tadi saya naik sampai ke atas, ketemu dengan PTSP. Ternyata yang dikerjakan sudah cukup banyak. Saya kasih contoh, bahkan kalau seseorang ingin membuka usaha baru di bidang kecantikan, potong rambut, itu pun juga ternyata izinnya di PTSP,” jelas Pramono.

“Saya tanya, bagaimana di PTSP? Apakah mengurus izin ini perlu bayar atau enggak? Dijawab gratis. Yang kedua adalah ngurus STNK, surat pindah dan sebagainya. Saya tanya apakah ada pungutan, enggak? Sekarang semuanya diberikan gratis,” lanjutnya.

Ia pun menegaskan tidak boleh ada pungutan liar dalam layanan publik.

Saya bilang jangan sampai hanya karena di depan gubernurnya gratis tetapi di belakang dipungut, enggak boleh. Karena kalau gratis betul-betul harus diberikan secara gratis.”–Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

Pramono juga menyoroti pentingnya fasilitas ramah kelompok rentan. Ia mengatakan, Kantor Lurah Senen yang telah direhabilitasi sudah memiliki tempat laktasi dan ramah disabilitas.

“Terutama ‘oh sudah ada tempat untuk laktasi, difabel, dan sebagainya’. Dan di kelurahan-kelurahan yang seperti ini, kalau masyarakat sudah merasa homey, seperti di rumah sendiri, pasti pemerintahan di tingkat paling bawah ini akan berjalan dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Biro Pemerintahan Setda DKI Jakarta Abdul Khalit menjelaskan, kantor lurah tersebut telah direhab total setelah lebih dari 30 tahun belum diperbarui.

“Ini sudah 30 tahun belum direhab total sejak tahun 1990. Keempat kantor lurah ini didesain dengan keunggulan yang berbeda dari pada tahun-tahun pembangunan kantor sebelumnya,” ujar Khalit.

Khalit mengatakan, setiap kantor lurah juga didesain dengan ornamen Betawi yang menonjol.

“Di samping itu, kantor lurah juga didesain tetap menonjolkan unsur motif khas Betawi demi melestarikan budaya Betawi di Jakarta. Jadi dengan demikian, kantor lurah yang telah dibangun ini dijadikan sebagai percontohan untuk pembangunan kantor lurah lainnya ke depan,” jelas Khalit.

Ia merinci sejumlah fasilitas baru yang kini tersedia di kantor lurah hasil rehabilitasi tersebut.

“Adapun beberapa keunggulan kantor lurah yang dihadirkan antara lain konsep semi basement, di sebelah kanan untuk optimalisasi lahan. Kemudian fasilitas lift untuk meningkatkan aksesibilitas ini ada enam lift, enam lantai sampai dengan rooftop paling atas,” ujar Khalit.

“Kemudian desain ramah disabilitas, pemanfaatan rooftop, terus penggunaan solar panel sebagai bagian dari efisiensi energi. Kemudian adanya playground anak sebagai fasilitas pendukung masyarakat,” pungkasnya.

Leave a Comment