Fakta-fakta hantavirus yang tewaskan 3 orang di kapal pesiar

Photo of author

By AdminTekno

Dua kasus infeksi hantavirus telah terkonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium telah dikonfirmasi di kapal pesiar MV Hondius setelah tiga penumpang dilaporkan meninggal dunia dalam insiden yang masih diselidiki.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada Selasa (5/5) menyebutkan masih ada lima kasus tambahan yang masih dugaan.

“Per 4 Mei 2026, telah diidentifikasi tujuh kasus, terdiri dari dua kasus hantavirus yang terkonfirmasi melalui laboratorium dan lima kasus suspek, termasuk tiga kematian, satu pasien dalam kondisi kritis, serta tiga individu yang melaporkan gejala ringan,” kata WHO dalam pernyataan tertulisnya.

Ditularkan Hewan Pengerat

Penularan hantavirus umumnya terjadi saat partikel dari kotoran atau urine hewan pengerat seperti tikus, mengering dan terbawa udara lalu terhirup manusia.

Menurut laporan Reuters, aktivitas sederhana seperti menyapu area yang pernah menjadi sarang tikus dapat memicu penyebaran virus ke udara.

WHO menyebut penularan antar manusia sangat jarang terjadi. Mayoritas kasus berasal dari paparan lingkungan yang terkontaminasi.

Gejala Mirip Flu

Gejala awal hantavirus sering menyerupai flu. Penderita biasanya mengalami demam, sakit kepala, nyeri otot, mual dan muntah dalam 1-8 minggu setelah terpapar. Beberapa hari kemudian, kondisi dapat memburuk dengan munculnya batuk, sesak napas, dan penumpukan cairan di paru-paru.

Infeksi hantavirus memiliki gejala berbeda tergantung wilayahnya. Menurut WHO, di Amerika infeksi dapat menyebabkan hantavirus cardiopulmonary syndrome (HCPS) yang menyerang paru-paru dan jantung.

Sementara di Eropa dan Asia lebih sering menyebabkan haemorrhagic fever with renal syndrome (HFRS) yang menyerang ginjal dan pembuluh darah.

WHO juga menyebut diagnosis awal cukup sulit karena gejalanya mirip penyakit pernapasan lain seperti COVID-19. Jika gejala pernapasan berkembang, angka kematiannya sekitar 38%, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC).

Mewabah di Asia-Eropa

Secara global, WHO melaporkan terdapat sekitar 10 ribu hingga lebih dari 100 ribu kasus setiap tahun, dengan beban terbesar berada di Asia dan Eropa.

Sebagian besar kasus di wilayah tersebut berupa HFRS, terutama di Asia Timur seperti China dan Korea Selatan. Tingkat kematian HFRS bervariasi, berkisar dari kurang dari 1 persen hingga sekitar 15 persen.

Sementara itu, HCPS yang lebih jarang ditemukan justru memiliki tingkat kematian lebih tinggi, yakni sekitar 20 hingga 40 persen.

Data pemerintah Kanada mencatat sekitar 200 kasus sindrom paru akibat hantavirus terjadi setiap tahun di seluruh dunia. Selain itu, pemantauan CDC dikutip oleh BBC sejak 1993 hingga 2023, tercatat total 890 kasus di AS.

Meski jumlahnya kecil, tingkat fatalitas yang tinggi membuat penyakit ini menjadi perhatian serius.

Pesohor Juga Jadi Korban

Pada Februari 2025, Betsy Arakawa, istri aktor peraih Oscar Gene Hackman, meninggal karena penyakit pernapasan yang terkait dengan hantavirus.

Laporan dari AFP, penyelidik medis meyakini Arakawa tertular HPS yang menyebabkan kematiannya. Sarang dan beberapa bangkai tikus ditemukan di bangunan tambahan rumahnya tempat ia ditemukan.

Catatan polisi menunjukkan bahwa Arakawa mencari informasi di internet tentang gejala flu dan Covid-19 beberapa hari sebelum kematiannya.

Leave a Comment