Kita Tekno NUNUKAN – Menjelang perayaan Idul Adha 2026, yang diperkirakan jatuh pada hari Rabu, 27 Mei 2026, pengawasan terhadap kesehatan hewan kurban di Nunukan, Kalimantan Utara, telah dimulai secara intensif. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Nunukan telah mengerahkan tim khusus untuk memastikan setiap hewan yang akan dikurbankan memenuhi standar kesehatan dan kelayakan.
Tim medik dan paramedik veteriner DKPP Nunukan pada Senin (11/5/2026) telah aktif bergerak di sejumlah titik penjualan ternak. Langkah ini merupakan bagian dari upaya proaktif pemerintah daerah untuk menjamin bahwa hewan kurban yang diperjualbelikan kepada masyarakat benar-benar sehat, bebas penyakit, dan layak untuk disembelih sesuai syariat serta aman dikonsumsi.
Menurut Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Nunukan, Alim Bakhri, pemeriksaan yang dilakukan tidak hanya terfokus pada kondisi fisik hewan. Lebih dari itu, tim juga secara sigap mengantisipasi potensi penyebaran penyakit yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat. “Pemeriksaan ini rutin kami lakukan setiap tahun. Kami memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat, tidak cacat, dan bebas penyakit,” tegas Alim.
Dalam proses pemeriksaan awal, petugas melakukan pengecekan menyeluruh pada kondisi fisik hewan kurban. Aspek yang diamati meliputi kejernihan mata, kondisi bulu, tingkat nafsu makan, hingga cara berjalan hewan. Ternak yang menunjukkan gejala tidak wajar seperti lesu, pincang, atau tanda-tanda sakit lainnya akan segera mendapat perhatian khusus dan penanganan lebih lanjut dari tim veteriner.
Tidak hanya sampai di situ, pengawasan akan semakin diperketat menjelang dan pada hari penyembelihan. Alim Bakhri menjelaskan, “Nanti H-1 sampai hari H akan ada pemeriksaan ante-mortem dan post-mortem, untuk memastikan daging dan organ dalam aman dikonsumsi.” Pemeriksaan ante-mortem, yang dilakukan sebelum penyembelihan, bertujuan untuk memastikan hewan dalam kondisi aktif, mata cerah, dan bebas dari tanda-tanda penyakit menular. Sementara itu, pemeriksaan post-mortem, yang dilaksanakan setelah penyembelihan, difokuskan pada pengecekan kualitas daging serta organ dalam guna memastikan tidak ada kelainan atau kontaminasi.
Melalui serangkaian pemeriksaan komprehensif ini, pemerintah Kabupaten Nunukan berkomitmen penuh untuk menjamin keamanan pangan dan kenyamanan umat Muslim dalam menjalankan ibadah kurban. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk lebih cermat dan teliti saat memilih hewan kurban. Pastikan bahwa ternak yang dibeli berasal dari lokasi yang telah dipantau dan dinyatakan sehat oleh petugas kesehatan hewan setempat, demi menjaga keberkahan dan keamanan ibadah kurban.
Penulis: Fatimah Majid