Kita Tekno – – Polda Metro Jaya akhirnya buka suara terkait dengan kenaikan pangkat Kapolda Metro Jaya. Kini, jabatan orang nomor satu di Polda Metro Jaya tersebut dipegang oleh seorang jenderal bintang tiga Polri.
Secara otomatis, Irjen Asep Edi Suheri naik pangkat menjadi komjen. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyatakan hal itu setelah dikonfirmasi oleh awak media pada Kamis (14/5).
”Benar untuk Kapolda Metrojaya saat ini berpangkat komisarir jenderal polisi berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nonor 38/Polri/Tahun 2026 tertanggal 13 Mei 2026,” ucap Budi.
Sebelumnya diberitakan bahwa kenaikan pangkat Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri menjadi komjen atau jenderal bintang tiga bukan tanpa alasan. Menurut Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Polda Metro Jaya memang berbeda dari polda-polda lain di Indonesia.
Kapolda Metro Jaya Jadi Jenderal Bintang 3, Pengamat: Harus Disertai Reformasi Akuntabilitas
Anggota Kompolnas Choirul Anam menyebut, dari aspek dinamika sosial, politik, dan ekonomi masyarakat di wilayah hukum Polda Metro Jaya juga berbeda dari polda-polda lain di Indonesia. Karena itu, pihaknya memandang keputusan Polri merupakan sinyal baik.
”Sehingga peningkatan status bintang dua menjadi bintang tiga dibarengi dengan peningkatan pelayanan terbaik, semoga ini menjadi sinyal yang baik untuk pelayanan masyarakat,” jelas Anam.
Kompolnas berharap besar, kenaikan pangkat kapolda metro jaya dibarengi dengan peningkatan terbaik kepada seluruh masyarakat di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Dengan begitu, kenaikan pangkat kapolda dari jenderal bintang dua menjadi jenderal bintang tiga diimbangi dengan perbaikan kinerja.
”Kami berharap Polda Metro Jaya dengan kenaikan pangkat (kapolda) dari bintang dua menjadi bintang tiga itu diimbangi, dibarengi dengan peningkatan pelayanan terbaiknya kepada seluruh masyarakat, kepada komponen atau entitas masyarakat yang ada di wilayah kerja Polda Metro Jaya,” ucap Anam.
Belum Genap Setahun Jabat Kapolda, Sudah Naik Pangkat Jadi Bintang Tiga
Irjen Asep Edi Suheri pertama kali menduduki jabatan kapolda Metro Jaya pada 5 Agustus 2025. Di awal kepemimpinannya, Asep langsung diuji dengan badai hebat. Anak buahnya dari Brimob Polda Metro Jaya melindas seorang pengemudi ojek online (ojol) bernama Afan Kurniawan hingga tewas.
Peristiwa itu memicu gejolak dan aksi massa pada akhir Agustus tahun lalu. Namun, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo tetap mempercayakan posisi kapolda Metro Jaya di tangan Asep. Hasilnya, sampai hari ini situasi dan kondisi di Jakarta dan sekitarnya terkendali.
Kapolda Metro Jaya Jadi Jenderal Bintang Tiga, Kompolnas: Dinamika Sospol dan Ekonomi Beda dari Polda Lain
Dengan jargon Jaga Jakarta, Asep mampu mengamankan ibu kota. Tidak heran, meski belum genap satu tahun menjabat sebagai kapolda Metro Jaya, Asep mendapat kenaikan pangkat menjadi jenderal bintang tiga. Dia segera menyandang pangkat komjen setelah kenaikan pangkat tersebut.
Asep Edi Suheri, Jenderal Polri dengan Rekam Jejak Reserse
Sebagai salah seorang jenderal Polri, Asep tercatat memiliki rekam jejak yang baik pada bidang reserse. Dia pernah menduduki berbagai posisi strategis. Diantaranya menjadi kapolres Cirebon Kota pada 2011 dan kapolres Sukabumi pada tahun berikutnya. Berselang tiga tahun, pada 2015 Asep mendapat kepercayaan menjadi wakapolres di Polres Metro Bekasi Kota.
Karirnya terus naik hingga pada 2016 Asep ditunjuk sebagai Kapolres Metro Tangerang Kota. kemudian menjadi wakil direktur tindak pidana tertentu Bareskrim Polri pada 2020. Di tahun yang sama, Asep dipercaya sebagai kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan Penyidik Pegawai Negeri Sipil Bareskrim Polri. Dan pada 2021 dia pecah bintang.
Asep mendapat kepercayaan menjadi direktur tindak pidana siber Bareskrim Polri dan menduduki posisi nomor dua di Bareskrim Polri sebagai wakil kepala Bareskrim Polri mulai 2022. Atas pengabdian dan perjalanan tugasnya selama puluhan tahun di kepolisian, Jenderal Sigit menunjuk Asep menjadi kapolda Metro Jaya. Hingga kini, saat jabatan itu diisi jenderal bintang tiga, Asep masih duduk di sana. (***)