GPCI, Tempo & Republika tempuh berbagai upaya selamatkan WNI diculik Israel

Photo of author

By AdminTekno

Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) akan melakukan berbagai upaya untuk menyelamatkan para delegasi termasuk WNI yang diculik militer Israel. Paling penting, mereka bisa pulang kembali ke Indonesia.

“Pertama, kita fokus pemulangan delegasi yang diculik sampai ke negara masing-masing,” ucap Dewan Pengarah GPCI, Jajang Nurjaman saat konferensi pers di Sasana Budaya Rumah Kita, Jakarta Selatan, Selasa (19/5).

Kemudian, memastikan kondisi keluarga para delegasi tersebut. Selain itu, GPCI juga mendorong agar pemerintah masing-masing pro aktif dalam jalur diplomasi untuk memulangkan para delegasi yang diculik.

“Nah yang terakhir, gerakan seluruh bangsa, seluruh media harus menyuarakan dan terus menekan Israel agar tidak bertindak lebih jauh, tidak ada penyiksaan, dan dengan mudah untuk bisa diproses untuk dipulangkan ke negara masing-masing,” tutur Jajang.

GPCI juga aktif melakukan koordinasi dengan pemerintah untuk mendorong upaya diplomatik. Hal itu dilakukan kepada Kementerian Luar Negeri dan kepada para diplomat Indonesia baik itu di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) maupun Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI).

“Ada dua komunikasi yang dilakukan. Satu, aktif berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dilakukan oleh Koordinator GPCI. Kami pun terus menanyakan kabar gitu ya kepada KBRI, kepada KJRI, bagaimana progres-progresnya begitu,” ungkap Dewan Pengarah GPCI, Irfan Nugraha.

Sementara itu, dua media yang reporternya turut ditangkap, yaitu Republika dan Tempo turut melakukan berbagai upaya. Keduanya berkoordinasi aktif dengan lembaga misi kemanusiaan ini dan pemerintah.

“Sudah pasti pertama kita berkomunikasi dengan GPCI karena memang kita berangkat ke sana juga atas koordinasi dari GPCI. Kemudian juga dengan GSF,” ucap Redaktur Pelaksana Republika, Budi Raharjo.

“Lalu di luar itu kita memanfaatkan channel jaringan kita yang kita miliki baik di pemerintahan terutama di Kementerian Luar Negeri. Redaksi kita benar-benar fokus ingin mencari tahu kabar rekan kami dan relawan yang lain itu di sana itu seperti apa,” imbuhnya.

Sementara itu, Tempo juga melakukan koordinasi dengan lembaga dalam maupun luar negeri. Utamanya dengan lembaga jurnalis internasional.

“Hari ini juga saya masih tek-tokan dengan beberapa lembaga internasional misalnya Committee to Protect Journalists, terus kemudian juga kita lagi membangun komunikasi dengan IFJ (International Federation of Journalists) dan juga International Federation of Expression,” ungkap Corporate Secretary PT Tempo Inti Media Tbk, Jajang Jamaludin.

Hingga kini, total ada 7 WNI yang diduga diculik militer Israel. Berikut daftarnya:

  • Thoudy Badai (Jurnalis Republika) – Kapal Ozgurluk

  • Rahendro Herubowo (sebelumnya tercantum Rahendro adalah jurnalis iNews namun Pemred iNews Aim Witjaksono menyatakan Rahendro telah resign dari iNews pada Agustus 2022) – Kapal Ozgurluk

  • Bambang Noroyono (Jurnalis Republika) – Kapal Boralize

  • Andre Prasetyo Nugroho (Jurnalis TV Tempo) – Kapal Ozgurluk

  • Andi Angga (Aktivis) – Kapal Josef

  • Herman Budiyanto Sudarsono (Aktivis) – Kapal Zafiro

  • Ronggo Wirasano (Aktivis) – Kapal Zafiro

Leave a Comment