Kabar mengejutkan datang dari Lembang Park & Zoo setelah seekor macan tutul yang baru saja dievakuasi dari Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, dilaporkan kabur dari kandang karantina. Insiden yang terjadi pada Kamis (28/8) dini hari ini memicu operasi pencarian besar-besaran oleh tim gabungan segera setelah kabar pelarian hewan buas tersebut tersiar.
Tim yang terdiri dari petugas Lembang Zoo, personel TNI-Polri, dan pihak terkait lainnya segera dikerahkan untuk melacak keberadaan hewan liar ini. Upaya pencarian tidak main-main, melibatkan penggunaan anjing pelacak atau unit K9 serta teknologi canggih berupa drone thermal untuk menyisir area sekitar, mencerminkan keseriusan dalam menangani situasi darurat ini.
Peristiwa pelarian macan tutul ini merupakan puncak dari serangkaian kejadian yang bermula dengan penemuan hewan dilindungi tersebut di pemukiman warga. Kisah penyelamatan macan tutul ini dimulai pada Selasa (26/8) pagi, sekitar pukul 07.00 WIB, ketika seorang pekerja bangunan di Kantor Desa Kutamandarakan, Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan, dikejutkan oleh penampakan macan tutul di dalam gudang. Macan tersebut diperkirakan berasal dari hutan yang lokasinya tidak jauh dari kantor desa.
Laporan dari pekerja tersebut segera direspons oleh tim. Pukul 08.30 WIB, petugas BPBD Kuningan, dibantu personel TNI, Polri, dan Pemadam Kebakaran, tiba di lokasi dan berupaya mengevakuasi macan dengan memasang jaring di pintu masuk dan plafon ruangan tempat macan berada. Namun, hewan buas itu enggan keluar. Koordinasi kemudian dilakukan dengan Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk menggunakan metode penangkapan yang lebih aman dan efektif.
Akhirnya, pada pukul 14.17 WIB, macan tutul berhasil dilumpuhkan menggunakan obat bius yang ditembakkan melalui blowgun atau sumpitan. Setelah tidak berdaya, macan tutul itu berhasil dievakuasi dan dimasukkan ke dalam kandang oleh tim gabungan, kemudian segera dibawa ke Lembang Park & Zoo untuk mendapatkan perawatan dan observasi.
Setibanya di Lembang Park & Zoo pada Rabu (27/8), macan tutul tersebut ditempatkan di kandang karantina untuk mendapatkan perawatan intensif. Perawatan ini merupakan bagian dari persiapan vital sebelum hewan tersebut direncanakan untuk dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya di Taman Nasional Gunung Ciremai, sebuah langkah penting dalam upaya konservasi dan perlindungan satwa liar.
Namun, harapan untuk segera melepasliarkan macan tutul itu pupus pada Kamis (28/8). Sekitar pukul 04.00 WIB, macan tutul masih terpantau oleh kamera pengawas di kandang pengamanan dan perawatan. Ironisnya, hanya dua jam kemudian, pada pukul 06.00 WIB, hewan tersebut diketahui telah lepas dari kandangnya, menjebol atap kandang pengamanan.
Humas Lembang Park & Zoo, Miftah Setiawan, menduga bahwa macan tutul tersebut kabur akibat stres setelah menjalani proses evakuasi dan adaptasi di tempat baru. “Dugaan awal, macan berputar dulu di sekitar sini lalu keluar ke area pemukiman,” jelas Miftah, menambahkan bahwa “sifat dasarnya, macan cenderung menghindari manusia,” sebuah pernyataan yang diharapkan dapat menenangkan kekhawatiran warga sekitar.
Menyikapi pelarian ini, tiga tim khusus dibentuk dan segera bergerak melakukan pencarian dengan radius 1 km dari titik awal kaburnya macan tutul. Setiap tim terdiri dari dokter hewan yang ahli, penembak bius yang siap beraksi, serta tim pendukung yang terlatih. Selain anjing pelacak K9, drone thermal kembali dikerahkan untuk mempercepat proses pencarian di berbagai medan, termasuk area hutan dan pemukiman yang berpotensi menjadi jalur perlintasan macan.
Pada pukul 15.00 WIB, Lembang Park & Zoo menggelar jumpa pers yang dihadiri oleh perwakilan dari BKSDA, Kepolisian, dan TNI. Dalam kesempatan tersebut, mereka secara kolektif meminta warga untuk tetap tenang dan tidak panik. Masyarakat diimbau untuk segera melapor apabila melihat keberadaan macan tutul tersebut dan tidak mencoba mendekat atau menangkapnya sendiri. Hingga kini, tim gabungan terus menyisir lokasi sekitar, bertekad untuk menemukan dan mengamankan kembali macan tutul demi keselamatan hewan dan warga di Lembang.
Ringkasan
Seekor macan tutul kabur dari kandang karantina di Lembang Park & Zoo pada Kamis (28/8) dini hari. Macan tersebut sebelumnya dievakuasi dari Kabupaten Kuningan setelah ditemukan di pemukiman warga. Tim gabungan yang terdiri dari petugas Lembang Zoo, TNI-Polri, dan pihak terkait melakukan pencarian dengan menggunakan anjing pelacak dan drone thermal.
Diduga macan tutul kabur karena stres akibat evakuasi dan adaptasi di tempat baru. Pihak Lembang Park & Zoo bersama BKSDA, Kepolisian, dan TNI mengimbau warga untuk tetap tenang dan melaporkan jika melihat keberadaan macan tutul, serta tidak mencoba mendekat atau menangkapnya sendiri. Tim terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi untuk menemukan dan mengamankan macan tutul.