Anggota Komisi III DPR dari Partai Gerindra, Habiburokhman, mendesak penindakan tegas terhadap oknum Brimob yang diduga bertanggung jawab atas kematian tragis Affan Kurniawan. Affan, seorang sopir ojek online (ojol), meregang nyawa setelah terlindas mobil taktis (rantis) polisi dalam aksi demonstrasi yang berlangsung di kawasan Pejompongan pada Kamis (28/8) lalu. Jenazah almarhum telah dikebumikan di TPU Karet Bivak pada Jumat (29/8).
Menyampaikan duka cita mendalam, Habiburokhman mengungkapkan keprihatinannya atas insiden memilukan tersebut. “Kami berduka cita yang mendalam atas meninggalnya pengemudi ojek online Affan Kurniawan, semoga almarhum husnul khatimah dan semoga keluarga yang ditinggalkan mendapatkan ketabahan dan kekuatan,” ujarnya dalam keterangan pers yang dirilis pada Jumat (29/8).
Lebih lanjut, politikus yang juga merupakan anggota DPR RI ini menekankan pentingnya akuntabilitas. “Kami minta oknum Brimob yang menyebabkan meninggalnya almarhum untuk ditindak tegas baik secara kedinasan maupun secara hukum,” tegasnya, menyoroti perlunya proses hukum dan sanksi internal yang transparan terkait insiden sopir ojol tersebut.
Tak hanya itu, Habiburokhman juga mendesak pemerintah untuk mengambil alih tanggung jawab finansial terhadap keluarga yang ditinggalkan Affan Kurniawan. “Selain itu pemerintah seharusnya mengambil alih tanggung jawab nafkah keluarga almarhum termasuk biaya sekolah anak-anak almarhum sampai perguruan tinggi,” paparnya, menekankan pentingnya jaminan masa depan serta biaya pendidikan bagi keluarga korban setelah tragedi Pejompongan ini.
Ringkasan
Anggota Komisi III DPR, Habiburokhman, mendesak penindakan tegas terhadap oknum Brimob yang menyebabkan kematian Affan Kurniawan, seorang sopir ojol, akibat terlindas rantis polisi dalam demonstrasi di Pejompongan. Habiburokhman menyampaikan duka cita dan meminta pertanggungjawaban hukum dan kedinasan bagi oknum Brimob tersebut.
Selain tuntutan hukum, Habiburokhman juga mendesak pemerintah bertanggung jawab atas biaya finansial keluarga korban, termasuk biaya pendidikan anak-anak Affan Kurniawan hingga perguruan tinggi. Hal ini menekankan pentingnya dukungan pemerintah terhadap keluarga yang ditinggalkan.