Asintel Kostrad Ungkap Tuntutan Massa di Depan Mako Brimob Kwitang

Photo of author

By AdminTekno

Asisten Intelijen (Asintel) Kostrad, Brigjen TNI Mohammad Nas, menjelaskan secara rinci tuntutan yang disampaikan oleh massa yang sempat berkumpul di depan Mako Brimob Kwitang, Jakarta Pusat, pada Jumat (29/8). Kehadiran beliau menjadi jembatan komunikasi antara aparat dan masyarakat.

Dalam pernyataannya yang disampaikan di Jalan Kramat Kwitang, dekat Mako Brimob, Brigjen Mohammad Nas menguraikan poin utama dari tuntutan massa. “Pada intinya masyarakat menyampaikan tuntutan, yang pertama agar proses yang diduga oknum pelaku dibuka secara transparan dan proses hukumnya disampaikan kepada masyarakat,” ujarnya, menyoroti desakan publik terhadap akuntabilitas dan kejelasan hukum.

Lebih lanjut, ia juga menambahkan bahwa massa mengajukan permintaan kedua yang tidak kalah penting. “Kedua, apabila ada warga atau pendemo yang masih ditahan, minta dilepaskan,” kata Brigjen Mohammad Nas. Meskipun demikian, ia mengakui belum memiliki informasi terkini mengenai status penahanan tersebut dan berjanji akan menyampaikannya kepada Komandan Brimob.

Menanggapi seluruh aspirasi yang telah disampaikan, Brigjen Mohammad Nas menegaskan bahwa semua tuntutan massa telah didengar oleh pimpinan dan akan segera ditindaklanjuti. “Intinya apa yang disampaikan oleh warga kita, masyarakat kita semua sudah didengar oleh pimpinan kita, akan ditindaklanjut pasti,” janjinya, memberikan jaminan bahwa suara mereka tidak diabaikan.

Terkait tenggat waktu dan mekanisme tindak lanjut, Brigjen Mohammad Nas meminta massa untuk membubarkan diri terlebih dahulu. Ia menjelaskan bahwa perwakilan dari massa akan diundang kembali ke Mako Brimob untuk menerima perkembangan informasi. “Saya minta mereka kembali, nanti perwakilan yang akan datang ke sini, jadi tidak semua lagi, akan secepatnya,” jelasnya, mengindikasikan upaya percepatan penyelesaian masalah.

Mengenai aspek keamanan di lokasi, ia menyatakan bahwa pengamanan akan tetap dilakukan secara intensif. Ketika ditanya apakah situasi dijamin aman dan massa tidak akan kembali lagi, Brigjen Mohammad Nas menjawab singkat namun penuh keyakinan, “Insyaallah,” menunjukkan harapan akan ketenangan yang berkelanjutan.

Berdasarkan pantauan kumparan pada pukul 10.30 WIB, massa yang sebelumnya bertahan di lokasi akhirnya membubarkan diri setelah melakukan audiensi dengan pihak TNI. Brigjen TNI Mohammad Nas memainkan peran sentral dalam memimpin mediasi ini, berhasil meredakan ketegangan yang sebelumnya sempat memuncak ketika massa mencoba mendekat ke Mako Brimob dan direspons oleh aparat kepolisian dengan tembakan gas air mata. Intervensi Asintel Kostrad ini berhasil mengendalikan situasi dan mendorong penyelesaian secara damai.

Leave a Comment