Sebuah pos polisi di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, ludes terbakar menyusul aksi demonstrasi yang berujung ricuh pada hari Jumat, 29 Agustus. Insiden perusakan fasilitas publik ini menimbulkan kerugian signifikan dan menarik perhatian publik.
Pada pagi harinya, sekitar pukul 06.04 WIB, api masih terlihat berkobar menghanguskan bangunan pos polisi yang strategis di dekat perempatan lampu merah tersebut. Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa bangunan pos polisi mengalami kerusakan parah. Tidak hanya itu, lampu lalu lintas yang berada di dekatnya juga ikut rusak dan tidak lagi berfungsi, memperparah dampak dari kejadian ini.
Di balik puing-puing yang tersisa, dinding pos polisi juga menjadi sasaran vandalisme. Berbagai coretan bernada makian ditemukan, di antaranya bertuliskan kata-kata seperti “cab*l” dan “pemb*n*h”, yang mengindikasikan kemarahan massa. Namun, anehnya, saat api masih menyala dengan hebat, tidak terlihat adanya kerumunan massa di sekitar lokasi kejadian, menyisakan misteri di balik pelaku pembakaran.
Meskipun pos polisi hangus terbakar, arus lalu lintas di kawasan Kalibata terpantau berjalan lancar pada pagi hari pasca-insiden. Hingga saat ini, pihak berwenang belum mengeluarkan keterangan resmi terkait insiden perusakan dan pembakaran fasilitas negara ini, meninggalkan banyak pertanyaan yang belum terjawab.
—–
Pesan redaksi: Demonstrasi merupakan hak warga negara dalam berdemokrasi. Untuk kepentingan bersama, sebaiknya demonstrasi dilakukan secara damai tanpa aksi penjarahan dan perusakan fasilitas publik.