Queiroz kembali lagi ke Piala Dunia, kini tangani Timnas Ghana

Photo of author

By AdminTekno

Kita Tekno – — Ghana mengakhiri masa tanpa pelatih kepala bagi timnas sepak bola negara mereka. Dalam waktu yang makin dekat menuju Piala Dunia 2026, federasi sepak bola negara itu mengambil langkah menunjuk pelatih berpengalaman Carlos Queiroz sebagai nakhoda baru tim nasional.

Keputusan ini diumumkan pada Senin (13/4/2026). Sosok berusia 73 tahun itu akan menjalani panggung kelimanya secara beruntun di Piala Dunia, sebuah catatan yang menegaskan reputasinya sebagai pelatih sarat pengalaman di level tertinggi sepak bola dunia.

Penunjukan ini datang pada masa krusial. Ghana sempat tanpa pelatih selama 72 hari setelah berpisah dengan Otto Addo menyusul hasil buruk dalam laga persahabatan melawan Austria dan Jerman pada Maret lalu. Dalam situasi yang mendesak, stabilitas menjadi kebutuhan utama bagi Black Stars.

“Dewan Eksekutif Asosiasi Sepak Bola Ghana, bekerja sama dengan semua pemangku kepentingan utama, telah menunjuk Carlos Queiroz sebagai pelatih kepala tim nasional senior, Black Stars,” demikian pernyataan resmi Ghana Football Association dikutip Reuters.

Queiroz datang dengan rekam jejak panjang. Ia pernah membawa Portugal mencapai babak 16 besar Piala Dunia 2010. Setelah itu, ia identik dengan Iran, memimpin negara tersebut dalam tiga edisi Piala Dunia terakhir dengan catatan tiga kemenangan dari 13 pertandingan.

Perjalanan kariernya membentang lintas benua. Lahir di Mozambik dan pernah bermain sebagai penjaga gawang, Queiroz juga sempat menangani tim nasional Mesir, Jepang, Kolombia, hingga Afrika Selatan. Ia bahkan pernah memimpin Portugal pada awal 1990-an, menambah panjang daftar pengalaman di level internasional.

Namun, langkahnya ke Ghana juga datang setelah kegagalan. Bulan lalu, ia meninggalkan jabatannya sebagai pelatih Oman setelah gagal membawa tim tersebut lolos ke Piala Dunia 2026. Kini, ia mendapat kesempatan baru dan sekaligus tantangan besar untuk membuktikan kapasitasnya.

Tantangan itu tidak ringan. Ghana tergabung di Grup L bersama Kroasia, Inggris, dan Panama. Grup ini menuntut kesiapan tak hanya secara taktik, tetapi juga mental.

Dengan waktu yang terbatas, Queiroz dituntut segera meramu kekuatan tim dan mengembalikan kepercayaan diri skuad. Pengalaman panjangnya diharapkan menjadi fondasi bagi Ghana untuk kembali bersaing di panggung dunia.

Leave a Comment