
Clara Shinta memilih untuk bercerai dari sang suami, Muhammad Alexander Assad, usai kisruh rumah tangganya mencuat ke publik. Clara memutuskan berpisah setelah ia menemukan bukti dugaan perselingkuhan sang suami berupa foto-foto VCS (video call seks) dengan wanita lain.
Saat menggelar jumpa pers, Clara mengatakan bahwa ia telah melayangkan gugatan cerai terhadap suaminya ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan.
“Sejauh ini insya Allah saya mantap berpisah, sudah didaftarkan ke PA Jaksel. Mohon doa dan kekuatannya karena berpisahnya juga ini, ini enggak, enggak, enggak mudah gitu loh,” ungkap Clara Shinta di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (14/4).

Clara mengaku keputusan untuk bercerai bukan hal yang mudah. Apalagi sampai saat ini ia masih sangat mencintai sang suami.
“Saya juga terseok-seok ini. Mau mati rasanya saya kalau harus berpisah sama suami saya karena saya cinta sama dia,” lanjutnya.
Namun, Clara tahu bahwa perpisahan adalah jalan terbaik yang harus ia tempuh. Ia pun masih bersedia nantinya untuk bertemu sang suami dalam proses mediasi di Pengadilan.
“Selalu siap, saya terbuka untuk dia,” ujarnya.
Clara Shinta soal Isi Somasi
Dalam kesempatan yang sama, Clara Shinta juga mengungkapkan alasan dirinya mengunggah bukti vcs suaminya dengan wanita lain.
“Dengan mempublikasikan tindakan asusila ini, ya, itu saya rasa sudah cukup untuk menjadi sanksi sosial dan hukuman yang sangat berat untuk saudari Indah dan suami saya,” tuturnya.

Shinta menyampaikan mengenai isi somasi dari Indah. Menurut Shinta, Indah meminta ganti rugi karena psikisnya terganggu.
“Psikisnya dan terganggunya pekerjaan saudari Indah dengan nilai cukup fantastis Rp 10,7 miliar,” ucap Shinta.
Shinta saat ini merasa bingung. Sebagai istri, ia enggak rela melihat sang suami vcs dengan wanita lain. Kesalahan, menurutnya, enggak hanya dilakukan Indah, tapi juga suaminya.
“Dan saya menyadari kesalahan ini bukan hanya terjadi pada saudari Indah, itu juga terjadi pada suami saya dan untuk itu saya juga sudah melakukan tindakan sesuai porsi masing-masing,” ungkap Shinta.