Jakarta, IDN Times – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, memberi kecaman keras kepada anggota pasukan militer Israel (IDF) yang merusak patung Yesus di Lebanon selatan. Ia juga meminta maaf kepada seluruh umat Kristen di Lebanon dan di seluruh dunia atas tindakan tersebut.
Netanyahu berjanji akan memberikan hukuman berat kepada semua anggota IDF yang terlibat dalam aksi perusakan patung Yesus di Lebanon selatan. Sebab, ia menilai aksi tersebut sangat bertentangan dengan nilai-nilai moral yang sudah diterapkan kepada semua anggota IDF.
“Saya mengutuk tindakan itu dengan sekeras-kerasnya. Otoritas militer akan mengambil tindakan disiplin yang keras terhadap pelaku. Kami menyampaikan penyesalan atas insiden tersebut dan atas segala luka yang ditimbulkan kepada umat beriman di Lebanon dan di seluruh dunia,” tulis Netanyahu dalam sebuah unggahan di X pada Senin (20/4/2026), seperti dilansir CBS.
1. Perusakan patung Yesus oleh IDF banjir kecaman 
Perusakan patung Yesus di Lebanon selatan oleh IDF ini dikabarkan terjadi di Desa Debl. Desa tersebut berada di dekat wilayah perbatasan Israel dan Lebanon. Namun, tidak diketahui secara pasti kapan aksi tersebut berlangsung.
Aksi ini sempat tersebar luas di X dan Facebook dalam bentuk foto dan video. Di X, foto dan video tersebut dilihat oleh lebih dari 5 juta pengguna. Mereka ramai-ramai memberi kecaman keras terhadap pasukan IDF yang menghancurkan patung-patung Yesus di Lebanon selatan. Sebab, mereka menilai tindakan tersebut merupakan bentuk penistaan terhadap umat Kristen.
“Ketika dunia Barat tetap diam, para rasis akan bertindak lebih jauh,” kata seorang netizen bernama Ahmad Tibi di Facebook.
2. Tokoh agama Kristen di Desa Debl juga memberi kecaman 
Di sisi lain, sejumlah tokoh agama Kristen yang tinggal di Desa Debl juga mengecam aksi perusakan patung Yesus yang dilakukan oleh IDF. Mereka menilai tindakan tersebut telah menodai simbol-simbol keagamaan yang dihormati oleh umat Kristen.
“Salah satu tentara Israel mematahkan salib dan melakukan hal mengerikan ini. (Ini merupakan) penodaan terhadap simbol-simbol suci kami,” kata seorang pendeta di Desa Debl yang bernama Fadi Falfel saat diwawancara oleh kantor berita Reuters.
3. IDF memang kerap menyerang situs-situs keagamaan 
IDF sendiri memang terkenal kerap menyerang situs-situs keagamaan di negara yang sedang berperang dengan mereka. Biasanya, situs-situs keagamaan yang kerap diserang IDF adalah gereja dan masjid. Selain di Lebanon, IDF juga kerap melakukan aksi tersebut di Palestina, khususnya di Gaza dan Tepi Barat.
Menurut Kementerian Agama Palestina, Israel sudah menyerang dan merusak sekitar 45 masjid selama 2025 lalu. Langkah ini dilakukan untuk menyerang warga-warga Palestina yang sedang beribadah di dalamnya.
Di sisi lain, menurut data dari Religious Freedom Data Center (RFDC), IDF juga telah melakukan setidaknya 201 aksi kekerasan terhadap umat Kristen yang ada di Palestina. Aksi tersebut dilakukan sepanjang 2024 hingga 2025 kemarin.
Iran Tuding Netanyahu Tak Mau Perang Berakhir, Apa Alasannya? Netanyahu: Israel Siap Kembali Berperang dengan Iran Kapan Saja Wali Kota Israel Tuding Rezim Netanyahu Gagal Lindungi Warga Perbatasan