Heboh dua gajah ditemukan mati di Bengkulu, Kemenhut bentuk tim investigasi

Photo of author

By AdminTekno

jpnn.com, JAKARTA – Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan (Kemenhut) Ristianto Pribadi menyoroti kasus dua gajah sumatra yang ditemukan mati di wilayah Kabupaten Mukomuko, Bengkulu.

Diketahui, dua gajah ditemukan mati setelah dilaporkan warga di Mukomuko pada Rabu (29/4) kemarin ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu.

“Kami menyampaikan keprihatinan mendalam atas temuan ini,” kata Ristianto dalam keterangan pers Kemenhut dikutip Sabtu (2/5).

BKSDA Bengkulu setelah menerima laporan warga langsung menindaklanjuti dengan berkoordinasi dengan Polsek Sungai Rumbai untuk pengecekan lapangan.

Hadiri Rakorwil, Sekjen PSI Raja Juli Antoni Yakin Jambi Jadi Kandang Gajah di 2029

Tim BKSDA Bengkulu bersama dokter hewan, pada Kamis (30/4) berangkat menuju lokasi guna melakukan verifikasi dan penanganan awal, termasuk persiapan tindakan nekropsi.

Konfirmasi visual menunjukkan dua ekor gajah yang mati terdiri dari satu individu dewasa dan lainnya anakan.

Ristianto mengatakan hasil pengamatan awal tim di lapangan menunjukkan kondisi gading kedua satwa masih utuh.

Pada 1 Mei 2026, tim gabungan yang terdiri dari unsur BKSDA Bengkulu, Gakkum Kehutanan Wilayah Sumatera, Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS), serta kepolisian telah berada di lokasi dan langsung melaksanakan prosedur nekropsi sesuai standar penanganan satwa liar dilindungi.

Verse Lite Hotel Gajah Mada Raih Agoda Golden Circle Awards, Gavin Gunawan: Bukti Konsistensi Verse Group

“Saat ini, tim gabungan telah bekerja di lapangan untuk memastikan penyebab kematian secara ilmiah melalui proses nekropsi dan analisis laboratorium,” ungkap dia.

Ristianto mengimbau masyarakat tidak berspekulasi atas penyebab kematian dua gajah dan diharapkan bisa memberikan ruang bagi tim menginvestigasi. 

“Kami menegaskan bahwa penanganan dilakukan secara transparan dan profesional. Apabila ditemukan indikasi pelanggaran hukum, akan ditindak tegas sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya. (ast/jpnn)

Wisata Gajah Tunggang Dilarang, Wamenhut: Demi Melindungi Populasi

Inilah Para Tersangka Pembunuhan Gajah di Pelalawan, Ada Pemburu hingga Pemodal

Leave a Comment