Rupiah melemah ke Rp 17.427 per dolar AS, begini prediksi analis

Photo of author

By AdminTekno

Nilai tukar rupiah kembali melemah pada perdagangan Selasa (5/5) pagi. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka melemah 13,50 poin atau 0,08 persen ke level Rp 17.407 per dolar AS.

Tekanan terhadap rupiah berlanjut hingga pukul 10.30 WIB. Rupiah tercatat semakin terdepresiasi sebesar 34 poin atau 0,20 persen ke posisi Rp 17.427 per dolar AS.

Level rupiah kali ini sekaligus menjadi yang terendah sepanjang sejarah.

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai tekanan terhadap rupiah akan berlanjut apabila harga minyak terus bergejolak.

“Namun apabila harga minyak bertahan tinggi maka rupiah berpotensi mencapai Rp 18.000 [per dolar AS],” ucap Lukman kepada kumparan.

Lukman juga menekankan perlunya respons kebijakan yang lebih agresif dari Bank Indonesia (BI) untuk menahan tekanan terhadap rupiah.

“BI perlu menaikkan suku bunga agar rupiah lebih menarik, pemerintah perlu memangkas anggaran yang tidak essential,” lanjutnya.

Sementara itu, pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi, memproyeksi rupiah bakal terdepresiasi ke level Rp 17.550 per dolar AS pada pekan ini.

Menurutnya pemicu rupiah anjlok ialah konflik eksternal Timur Tengah tepatnya ketegangan AS-Iran di Selat Hormuz yang kembali pecah.

“Target saya sendiri dalam minggu ini adalah di Rp 17.550. Kemungkinan besar, kemungkinan akan tercapai,” kata dia.

Lalu, sentimen kedua soal Ukraina yang melakukan penyerangan dengan menggunakan drone terhadap kilang-kilang minyak Rusia yang mengakibatkan produksi minyak mengalami penurunan.

“Terjadinya perang ini berdampak terhadap inflasi. Inflasi tinggi membuat Bank Sentral Amerika, baik Bank Sentral Global, kemungkinan besar dalam pertemuan di bulan Mei ini, ini akan menaikkan suku bunga,” jelasnya.

Leave a Comment