
Wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius bukanlah awal dari sebuah pandemi, kata Maria van Kerkhove, epidemiolog penyakit menular di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Maria menegaskan situasinya tidak sama dengan enam tahun lalu saat pandemi Covid-19, karena hantavirus menyebar melalui “kontak dekat dan intim”.
“Ini bukan Covid, ini bukan influenza, cara penyebarannya sangat, sangat berbeda,” ujar Maria van Kerkhove dalam konferensi pers.
Menurutnya, pihak berwenang telah meminta “semua orang untuk memakai masker” di dalam kapal MV Hondius.
Adapun tenaga kesehatan yang merawat pasien yang diduga terinfeksi, tambahnya, harus “memakai perlengkapan pelindung diri dengan tingkat yang lebih tinggi”.
Pada konferensi pers yang sama, Direktur Jenderal WHO, Tedros Ghebreyesus, mengatakan organisasinya “menilai risiko terhadap kesehatan masyarakat sebagai rendah”.
Dia menjelaskan bahwa dua orang pertama yang terkonfirmasi mengidap virus tersebut telah “bepergian melalui Argentina, Chile, dan Uruguay dalam perjalanan mengamati burung yang mencakup kunjungan ke lokasi tempat spesies tikus yang diketahui membawa virus itu berada”.
Tedros menambahkan bahwa WHO mengetahui laporan tentang orang lain yang menunjukkan gejala dan mungkin telah melakukan kontak dengan penumpang.
Mengingat masa inkubasi penyakit ini—yang bisa mencapai enam minggu—kemungkinan akan ada lebih banyak kasus yang dilaporkan, kata Tedros.

Pada Kamis (07/05), WHO menyatakan lima dari delapan kasus dugaan hantavirus telah dikonfirmasi.
Sebanyak tiga orang telah meninggal, termasuk seorang perempuan Belanda berusia 69 tahun yang terinfeksi virus tersebut. Suaminya yang berkebangsaan Belanda dan seorang perempuan Jerman juga meninggal. Saat ini kasus mereka sedang diselidiki.
Operator kapal pesiar, Oceanwide Expedition, menyebutkan sebanyak 30 penumpang, berasal dari sedikitnya 12 kebangsaan berbeda, telah meninggalkan MV Hondius di Pulau St Helena, yang masuk wilayah UK.
Disebutkan pula bahwa jenazah seorang pria Belanda yang meninggal dunia telah dibawa turun dari kapal tersebut.
Kapal pesiar MV Hondius memulai perjalanannya pada 1 April dari Ushuaia, Argentina, dan diperkirakan akan tiba di Kepulauan Canary, Spanyol, pada 10 Mei.
Sekitar 150 penumpang dan awak kapal dari 28 negara awalnya berada di dalam kapal tersebut.

Operasi besar-besaran sedang dilakukan untuk melacak orang-orang yang berpotensi terpapar virus dan telah lebih dulu pulang dengan penerbangan ke berbagai negara, termasuk Inggris, Afrika Selatan, Belanda, Amerika Serikat, dan Swiss.
Pelacakan kontak jadi prioritas
Pekerjaan pelacakan kontak merupakan sebuah “upaya yang cukup besar”, kata Prof Robin May, kepala petugas ilmiah di Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UK Health Security Agency/UKHSA), kepada BBC.
Menurutnya, upaya tersebut “akan terus kami lakukan… untuk beberapa waktu”.
Operator Oceanwide Expeditions mengatakan 30 penumpang, termasuk tujuh warga UK, telah turun ketika kapal bersandar di St Helena pada 24 April.
Perusahaan mengatakan telah menghubungi semua penumpang yang sudah turun dari kapal.
UKHSA mengatakan dua warga UK yang meninggalkan kapal di St Helena telah menghubungi pejabat kesehatan ketika mereka mendengar tentang kasus-kasus tersebut. Kini menjalani isolasi mandiri secara sukarela di UK. Mereka dilaporkan tidak menunjukkan gejala.
Di Amerika Serikat, pejabat kesehatan di Georgia dan Arizona mengonfirmasi kepada BBC bahwa mereka memantau tiga penumpang yang kembali ke AS setelah turun dari kapal. Tidak satupun yang saat ini menunjukkan gejala.
Penularan dari manusia ke manusia dimungkinkan pada galur Andes, kata para ahli.
Namun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan risiko infeksi secara global tetap rendah karena ini bukan penyakit seperti Covid atau flu yang mudah menyebar.
Baca juga:
- Apa itu galur Andes hantavirus yang mewabah di sebuah kapal pesiar?
- Hantavirus kemungkinan menyebar antarpenumpang di kapal pesiar, kata WHO
Masih belum jelas bagaimana wabah ini bermula. Hantavirus biasanya menyebar dari hewan pengerat, dengan manusia terinfeksi melalui menghirup udara yang terkontaminasi partikel virus dari urin, kotoran, atau air liur hewan pengerat.

Pelayaran tersebut mengunjungi daerah-daerah satwa liar terpencil, sehingga seorang penumpang bisa saja bersentuhan dengan virus saat itu, atau sebelum naik kapal.
Para pakar kesehatan meyakini bahwa beberapa infeksi di atas MV Hondius mungkin menular antarindividu yang berada dalam kontak sangat dekat.
Bahkan kapal pesiar mewah pun memiliki ruangan yang relatif sempit atau terbatas, tempat orang-orang berbagi kabin dan area makan. Di sana, infeksi dapat menyebar.
Pada Kamis (07/05), WHO menyatakan lima dari delapan kasus dugaan hantavirus telah dikonfirmasi.
Bagaimana penularan galur Andes hantavirus?
Tidak seperti penyakit seperti campak, yang sangat menular dan mudah menyebar, galur Andes dari hantavirus tidak terlalu menular. Orang dapat tertular dari seseorang setelah menghabiskan waktu lama dalam kedekatan fisik yang erat.
UKHSA mengatakan hantavirus tidak menyebar di dunia luar melalui kontak sosial sehari-hari seperti berjalan di ruang publik, toko, tempat kerja, atau sekolah.
Gejala biasanya muncul antara dua hingga empat minggu setelah terpapar virus, tetapi dapat terjadi lebih dari sebulan kemudian.
Orang yang sakit karena jenis Andes dapat mengalami gejala mirip flu — demam, kelelahan, nyeri otot. Mereka juga dapat mengalami sesak napas, sakit perut, mual dan muntah, atau diare.
Tidak ada pengobatan khusus, tetapi dukungan medis dini di rumah sakit dapat meningkatkan kelangsungan hidup. Perawatan diberikan sesuai dengan gejala yang dialami.

Setiap penumpang asal UK yang kembali dari kapal pesiar tersebut akan diminta untuk menjalani isolasi mandiri di UK selama 45 hari, kata UKHSA. Bagi masyarakat luas yang tidak terlibat langsung dengan kapal pesiar ini, “risikonya benar-benar sangat kecil”, tambah Prof May.
Dr Meera Chand, wakil direktur untuk infeksi epidemik dan infeksi baru di UKHSA, mengatakan: “Penting untuk meyakinkan masyarakat bahwa risiko bagi publik secara umum tetap sangat rendah.
“Kami melakukan pelacakan kontak terhadap siapa pun yang mungkin pernah berkontak dengan kapal atau kasus hantavirus untuk membatasi risiko penularan lebih lanjut.”
MV Hondius kini berlayar menuju Kepulauan Canary, Spanyol, setelah berlabuh selama tiga hari di dekat Tanjung Verde, sebuah negara kepulauan di lepas pantai Afrika Barat. Rencananya, penumpang dan awak kapal yang tersisa akan terbang ke negara asal mereka.
Oceanwide Expeditions mengatakan pada Kamis (07/05) bahwa tidak ada seorang pun yang masih berada di atas kapal menunjukkan gejala.
Para penumpang telah melakukan isolasi di dalam kapal. Kapal tersebut telah dibersihkan secara menyeluruh oleh para profesional menjelang evakuasi yang direncanakan.
- Kesaksian penumpang kapal MV Hondius setelah wabah hantavirus merebak – ‘Kami punya keluarga yang menunggu di rumah’
- Apa itu galur Andes hantavirus yang mewabah di sebuah kapal pesiar?