KSAD Maruli tanggapi soal pembubaran nobar film Pesta Babi

Photo of author

By AdminTekno

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI, Maruli Simanjuntak, menanggapi soal pembubaran acara nonton bareng (nobar) film dokumenter ‘Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita’ yang terjadi di sejumlah daerah.

Maruli menjelaskan, pemerintah daerah memiliki kewenangan dalam menjaga stabilitas dan keamanan di wilayah masing-masing, termasuk dalam mengambil keputusan terkait kegiatan masyarakat yang dinilai berpotensi menimbulkan gangguan ketertiban.

“Itu kan tanggung jawabnya koordinator wilayah antara pejabat pemerintahan di sana menganggap ada risiko keributan. Ya kan, itu mereka, tidak ada instruksi langsung,” kata Maruli saat ditemui usai rapat kerja bersama Komisi I DPR RI di Senayan, Jakarta, Selasa (19/5).

Ia menegaskan, TNI tidak terlibat dalam keputusan pembubaran kegiatan nobar tersebut. Menurutnya, keputusan itu diambil oleh pemerintah daerah berdasarkan pertimbangan situasi di lapangan.

“Pemda kan yang cerita. Pemda punya koordinasi, mereka kan berwenang untuk mengamankan wilayah,” ujarnya.

Maruli juga merespons kritik yang menyebut peristiwa tersebut sebagai bentuk antikritik terhadap TNI. Ia menampik hal tersebut dan menegaskan bahwa TNI tidak memiliki keterlibatan dalam pembubaran acara.

“Enggak, bukan, bukan TNI-nya. Pemerintah daerahnya yang memutuskan itu,” tegasnya.

Lebih lanjut, Maruli menyoroti beredarnya informasi dan dokumentasi terkait peristiwa tersebut di media sosial. Ia mempertanyakan pihak-pihak yang memproduksi konten tersebut, termasuk sumber pendanaannya.

“Sekarang permasalahannya, orang sampai membuat video, bagaimana ceritanya seperti ini segala macam, duitnya dari mana?. Ya, coba saja, ya kan? Sampai datang ke sana, bikin video, terbang sini terbang sana, orang berduit lah,” katanya

Maruli pun menyebut, TNI kerap berinteraksi dan hadir membantu masyarakat di Papua, terutama dalam pemenuhan kebutuhan dasar warga di wilayah terpencil.

“Kami meyakinkan program itu berjalan, tidak ada yang tersakiti. Kalau dilihat, mungkin teman-teman belum pernah lihat ke sana ya. Itu masyarakat di sana ada yang tidak punya air bersih, sekolahnya juga tidak. Ya, kami justru banyak hadir ke sana banyak membantu mereka. Ya coba saja komunikasi langsung dengan orang-orang di sana,” imbuh Maruli.

Leave a Comment