Ringkasan Berita:
- Donald Trump mengunggah gambar AI yang menyerupai sosok religius mirip Yesus, lalu memicu kontroversi luas di media sosial.
- Unggahan tersebut menuai kritik keras karena dianggap menyinggung simbol keagamaan dan akhirnya dihapus dari platform resminya.
- Penghapusan itu memunculkan spekulasi publik, sementara Trump menyebut langkah tersebut untuk menghindari kebingungan.
Kita Tekno – Heboh di media sosial kembali mencuat setelah Donald Trump mengunggah sebuah gambar berbasis kecerdasan buatan dirinya menyerupai sosok Yesus.
Unggahan tersebut sontak memicu gelombang reaksi keras dari publik, baik di Amerika Serikat maupun di berbagai negara lain.
Gambar AI itu dinilai kontroversial karena dianggap menyinggung simbol keagamaan yang sangat sensitif bagi umat Kristiani.
Tidak lama setelah viral dan menuai kritik tajam, unggahan tersebut tiba-tiba dihapus dari akun resmi yang bersangkutan.
Langkah penghapusan itu justru semakin memicu spekulasi publik mengenai alasan sebenarnya di balik keputusan tersebut.
Sejumlah pihak menduga ada tekanan politik maupun pertimbangan etika digital yang membuat konten itu ditarik kembali.
Peristiwa ini pun kembali membuka perdebatan luas tentang batas penggunaan AI dalam konten figur publik dan isu sensitif keagamaan.
Seperti diketahui, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menuai kecaman seusai mengunggah gambar berbasis Artificial Intelligence (AI) yang menampilkan dirinya menyerupai Yesus.
Unggahan kontroversial itu sempat muncul di platform Truth Social miliknya sebelum akhirnya dihapus, sebagaimana dilansir dari BBC, Selasa (14/4/2026).
Pada gambar tersebut, Trump tampak mengenakan jubah berwarna putih dengan selendang merah yang disampirkan di bahu.
Tangan kirinya divisualisasi memancarkan cahaya, sedangkan tangan kanannya diletakkan di kepala seorang pria di ranjang rumah sakit, seolah sedang menyembuhkan.
Detail gambar AI mirip lukisan religius yang diunggah Trump
Menurut para kritikus, visualisasi tersebut mirip dengan lukisan-lukisan religius yang menggambarkan Yesus menyembuhkan orang sakit.
Di sekelilingnya, tampak beberapa sosok, termasuk figur-figur berpakaian militer, seorang perawat, hingga seorang wanita yang sedang berdoa.
Latar belakang ilustrasi juga menampilkan tentara-tentara, pesawat, burung elang, patung Liberty, hingga bendera AS yang membentang.
Keseluruhan komponen diperkuat dengan cahaya terang di belakang yang membentuk aura, menyerupai penggambaran figur suci.
Penggambaran yang menyerupai Yesus tersebut memicu gelombang kecaman keras, termasuk dari berbagai sisi spektrum politik AS.
Trump sebut dirinya sebagai dokter
Di tengah gelombang kecaman, Trump menjelaskan pandangannya terhadap gambar kontroversial yang telah dihapus itu.
Ia menjelaskan ilustrasi AI tersebut dimaksudkan untuk menggambarkan dirinya sebagai seorang dokter.
“Itu seharusnya menggambarkan saya sebagai dokter yang membuat orang menjadi lebih baik,” kata Trump kepada awak media beberapa jam setelah unggahan itu dihapus.
Selanjutnya, Trump juga mengklaim bahwa dirinya memang membuat orang lebih baik, selaras dengan interpretasinya pada gambar tersebut.
“Dan saya memang membuat orang menjadi lebih baik. Saya membuat orang jauh lebih baik,” imbuhnya.
Alasan konten kontroversial dihapus
Gambar kontroversial Trump yang menyerupai Yesus tersebut telah dihapus di media sosial resminya.
Trump mengatakan, ia menghapus gambar yang diunggah pada Minggu (12/4/2026) karena enggan membuat orang-orang bingung.
“Tidak ingin membuat siapa pun bingung. Orang-orang memang bingung,” kata Trump kepada CBS News.
Sementara itu, Wakil Presiden AS JD Vance turut memberikan penjelasan terkait unggahan kontroversial Trump dalam wawancara Fox News pada Senin (13/4/2026) malam.
Menurut Vance, gambar tersebut merupakan sebuah hal yang salah dipahami oleh publik.
“Saya rasa presiden sedang mengunggah sebuah lelucon dan, tentu saja, dia menghapusnya karena menyadari banyak orang tidak memahami humornya,” ucap Vance, sebagaimana dikutip dari CNN, Senin waktu setempat.
Gelombang kritikan muncul dari berbagai lini
Sementara itu, gelombang kritikan muncul dari berbagai lini, termasuk dari tokoh-tokoh yang dianggap dekat dengan Trump dan pemerintahannya.
Seorang aktivis Kristen Sean Feucht mendesak gambar tersebut untuk segera dihapus dari media sosial Trump. Menurutnya, visualisasi ini tidak dapat diterima
“Ini harus segera dihapus,” tulis Feucht.
“Tidak ada konteks di mana ini bisa diterima,” imbuhnya.
Nada serupa juga datang dari seorang aktivis konservatif terkemuka, Riley Gaines.
Dengan tegas ia merespons unggahan tersebut dengan tulisan “Tuhan tidak boleh dipermainkan”.
Jurnalis dari Christian Broadcasting Network David Brody juga vokal menyuarakan kritikannya terhadap gambar kontroversial Trump.
”Ini sudah keterlaluan. Ini melewati batas,” tulis Brody.
“Seorang pendukung bisa saja mendukung misinya dan tetap menolak hal ini,” lanjutnya.
Gambar diunggah setelah Trump kritik Paus Leo XIV
Gambar kontroversial tersebut diunggah tak lama setelah Trump melontarkan kritik panjang kepada Paus Leo XIV.
Trump sempat mengkritik Paus dengan menyebutnya “lemah dalam urusan kriminal” dan “buruk untuk kebijakan luar negeri”
Sebagaimana diketahui, Paus Leo XIV merupakan sosok pengkritik vokal terhadap operasi militer AS dan Israel di Iran.
Paus Leo berulang kali mengecam perang di Iran dengan menegaskan bahwa hal itu memicu kekerasan yang tidak masuk akal dan tidak manusiawi.
(TribunNewsmaker.com/Kompas.com)