763 kilogram ikan sapu-sapu berhasil ditangkap di Jakarta Timur

Photo of author

By AdminTekno

Kita Tekno – , JAKARTA — Populasi ikan sapu-sapu di Jakarta dinilai sudah meresehkan. Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur (Jaktim) menangkap sebanyak 763 kilogram (kg) ikan sapu-sapu dalam operasi serentak yang digelar di 10 kecamatan. 

“Sampai dengan hari ini, operasi penangkapan ikan sapu-sapu secara serentak di 10 kecamatan, pukul 08.45 WIB, rekap dari 10 lokasi sebanyak 763 kilogram atau 7,63 kuintal,” kata Wali Kota Jakarta Timur Munjirin dalam operasi penangkapan ikan sapu-sapu secara serentak di Dermaga Eco Eduwisata Ciliwung, Cililitan, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat.

Jumlah tersebut merupakan hasil rekap sementara sejak Kamis (16/4) sore hingga Jumat pukul 08.45 WIB, yang mencerminkan masifnya populasi ikan invasif tersebut di wilayah perairan Jaktim.

Dari total tersebut, salah satu kontribusi terbesar berasal dari kawasan Dermaga Eco Eduwisata Ciliwung di Cililitan, Kecamatan Kramat Jati.

Di lokasi itu, petugas mengangkat sekitar 200 kg ikan sapu-sapu sejak kegiatan dimulai pada Kamis (16/4) sore. “Di lokasi ini, kurang lebih 200 kilogram. Sementara, dari sembilan lokasi lainnya, masih kami tunggu laporan lengkapnya untuk direkap secara keseluruhan,” ujar Munjirin.

Operasi tersebut melibatkan sedikitnya 150 personel gabungan di satu titik, yang terdiri dari unsur pemadam kebakaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), kelurahan, dan kecamatan. Selain itu, partisipasi masyarakat juga turut mempercepat proses penangkapan di lapangan.

Besarnya angka tangkapan dalam waktu singkat menjadi indikator bahwa populasi ikan sapu-sapu di Jakarta Timur sudah sangat tinggi dan perlu dikendalikan secara serius. Ikan ini dikenal sebagai spesies invasif yang dapat merusak keseimbangan ekosistem sungai.

 

Lebih dari itu, Pemkot Jakarta Timur juga menyoroti aspek kesehatan. Berdasarkan hasil uji laboratorium, ikan sapu-sapu di wilayah DKI Jakarta terindikasi mengandung logam berat, seperti timbal dan merkuri yang melebihi ambang batas aman.

Karena itu, seluruh hasil tangkapan dipastikan tidak akan dimanfaatkan, melainkan dimusnahkan dengan cara dikubur.

“Semua harus dikubur. Kami tidak ingin ikan ini dikonsumsi masyarakat karena berbahaya bagi kesehatan,” ucap Munjirin.

Dia pun berharap operasi itu tidak hanya menekan populasi ikan sapu-sapu, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan sungai serta tidak memanfaatkan ikan berbahaya untuk konsumsi.

Lebih lanjut, Pemkot Jakarta Timur berkomitmen untuk melaksanakan program pengendalian ikan sapu-sapu secara berkelanjutan. Evaluasi dan pemantauan akan dilakukan secara berkala untuk memastikan efektivitas program tersebut dalam jangka panjang.

Di sisi lain, kegiatan itu merupakan bagian dari upaya mendukung program besar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mewujudkan kota yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Pengendalian spesies invasif, seperti ikan sapu-sapu menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem perkotaan.

Melalui operasi serentak itu, diharapkan populasi ikan sapu-sapu di perairan Jakarta Timur dapat ditekan secara signifikan.

Leave a Comment