Iran Bantah Klaim Donald Trump: Uranium yang Diperkaya Tak Akan Diserahkan Kemana-mana

Photo of author

By AdminTekno

 

Kita Tekno – – Iran menegaskan tidak akan menyerahkan cadangan uranium diperkayanya ke negara mana pun. Hal tersebut membantah klaim Presiden Amerika Serikat (AD) Donald Trump yang sebelumnya menyebut Teheran setuju menyerahkan material tersebut.

Melansir TRT World, huru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menegaskan bahwa isu pemindahan uranium tidak pernah menjadi bagian dari negosiasi.

“Uranium yang diperkaya Iran tidak akan ditransfer ke mana pun,” kata Baqaei kepada televisi pemerintah, Jumat (17/4) waktu setempat.

“Transfer uranium yang diperkaya Iran ke AS tidak pernah diajukan dalam negosiasi,” lanjutnya.

Pernyataan itu muncul tak lama setelah Donald Trump menulis di platform Truth Social-nya bahwa Amerika Serikat akan memperoleh seluruh ‘debu nuklir’ hasil serangan pembom B-2 terhadap fasilitas Iran tahun lalu.

Dapat Laporan 12 Korban Meninggal Dunia, Komnas HAM Turun Tangan Dalami Peristiwa di Kampung Kembru Papua

Namun Baqaei menepis klaim tersebut dan menekankan bahwa arah pembicaraan saat ini telah bergeser.

“Negosiasi sebelumnya berfokus pada masalah nuklir, tetapi sekarang negosiasi difokuskan untuk mengakhiri perang, dan tentu saja, berbagai topik yang dibahas menjadi lebih luas dan lebih beragam,” kata dia.

Ia menambahkan bahwa proposal Iran, termasuk rencana 10 poin untuk pencabutan sanksi serta kompensasi atas kerugian perang, menjadi prioritas utama dalam negosiasi.

“Rencana 10 poin untuk mencabut sanksi sangat penting bagi kami. Masalah kompensasi atas kerusakan yang terjadi selama perang yang dipaksakan sangat penting,” lanjutnya.

Baqaei juga mengkritik pernyataan Trump yang menyebut blokade laut terhadap pelabuhan Iran akan tetap diberlakukan hingga tercapai kesepakatan damai, meski Iran telah menyatakan Selat Hormuz kembali dibuka.

Menurutnya, keputusan strategis seperti pembukaan atau penutupan jalur vital itu tidak ditentukan lewat pernyataan di internet.

“Pembukaan dan penutupan Selat Hormuz tidak terjadi di internet, itu ditentukan di lapangan, dan angkatan bersenjata kita tentu tahu bagaimana berperilaku dalam menanggapi tindakan apa pun dari pihak lain,” tegas Baqaei.

Resmi Mengaspal di Indonesia, 20 Rider Terima Triumph Speed 400 dan Scrambler 400 X

Ia juga memperingatkan bahwa blokade laut merupakan pelanggaran terhadap gencatan senjata dan akan direspons tegas oleh Iran.

“Apa yang mereka sebut blokade laut pasti akan mendapat tanggapan yang tepat dari Iran. Blokade laut adalah pelanggaran gencatan senjata dan Iran pasti akan mengambil tindakan yang diperlukan,” tandasnya.

Sebelumnya, laporan media menyebut Washington dan Teheran tengah membahas skema yang memungkinkan AS mencairkan dana Iran sebesar USD 20 miliar yang dibekukan, sebagai imbalan atas penyerahan cadangan uranium.

Namun, pernyataan resmi Iran kini memperjelas bahwa skenario tersebut tidak termasuk dalam agenda pembicaraan.

Hingga kini, Iran diketahui masih memiliki stok uranium yang signifikan, termasuk yang diperkaya hingga 60 persen, mendekati ambang 90 persen yang dibutuhkan untuk senjata nuklir, serta cadangan pada level 20 persen.

Sebelum serangan AS pada Juni 2025, International Atomic Energy Agency memperkirakan Iran memiliki sekitar 440 kilogram uranium dengan tingkat pengayaan 60 persen, jauh di atas batas 3,67 persen yang ditetapkan dalam kesepakatan nuklir 2015.

Sejak serangan tersebut, keberadaan pasti stok uranium itu masih belum jelas. Teheran juga menolak akses bagi inspektur IAEA ke lokasi yang terdampak serangan AS dan Israel, memicu kekhawatiran baru di tengah ketegangan yang belum sepenuhnya mereda.

Leave a Comment