Kapolri ingatkan ancaman dampak konflik global saat rakernis Brimob di Depok

Photo of author

By AdminTekno

jabar.jpnn.com, DEPOK – Kapolri Listyo Sigit Prabowo membuka rapat kerja teknis (Rakernis) Korps Brimob Polri sekaligus memberikan arahan kepada ribuan personel di Lapangan Mako Brimob Polri, Depok, Selasa (21/4/2026).

Dalam kegiatan tersebut, sekitar 7.000 personel Brimob hadir secara langsung. Kapolri menyebut pelaksanaan Rakernis tahun ini berbeda dibandingkan sebelumnya karena jumlah peserta yang jauh lebih besar.

“Rakernis kali ini agak berbeda dibandingkan dengan tahun sebelumnya, karena kali ini dihadiri oleh kurang lebih 7.000 personel Brimob. Tentunya juga saya sangat senang bisa bertatap muka langsung dengan seluruh anggota pasukan elite kebanggaan saya,” ujar Kapolri.

Dalam arahannya, Kapolri menekankan pentingnya kesiapsiagaan seluruh personel dalam menjaga amanah serta melaksanakan tugas untuk menjaga stabilitas keamanan nasional.

Ia juga menyoroti perkembangan situasi global, khususnya konflik di Timur Tengah yang melibatkan Israel dan Iran, serta keterlibatan negara lain yang berpotensi memperluas eskalasi konflik.

Menurutnya, kondisi tersebut dapat memicu dampak luas, termasuk terhadap sektor energi global. Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Selat Hormuz yang merupakan jalur penting distribusi energi dunia.

“Kita tahu beberapa waktu lalu terjadi serangan terhadap kilang minyak, dan saat ini di Selat Hormuz kapal-kapal yang melintas juga mengalami gangguan. Sekitar 20 persen distribusi energi dunia melewati wilayah tersebut,” jelasnya.

Kapolri menambahkan, gangguan terhadap distribusi energi global berpotensi mendorong kenaikan harga minyak dunia secara signifikan. Bahkan, harga minyak disebut berpotensi menembus hingga 200 dolar Amerika Serikat per barel apabila konflik terus berlanjut.

Kondisi tersebut, lanjutnya, dapat berdampak pada stabilitas ekonomi global, termasuk di Indonesia. Sejumlah negara bahkan telah menetapkan status darurat energi sebagai langkah antisipasi.

Pemerintah Indonesia, menurut Kapolri, telah melakukan berbagai upaya untuk menjaga ketersediaan energi, termasuk mencari alternatif pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG) dari negara lain.

Namun demikian, ia mengakui bahwa kenaikan harga BBM dan LPG nonsubsidi mulai terjadi dan berpotensi berdampak pada kenaikan harga barang dan jasa.

“Oleh karena itu, kita semua harus selalu siap, waspada, dan terus melatih diri menghadapi berbagai dinamika yang mungkin terjadi,” tegasnya.

Kapolri menegaskan bahwa kesiapan dan kewaspadaan personel Brimob menjadi kunci dalam menghadapi berbagai potensi ancaman, baik yang bersumber dari dalam negeri maupun dampak situasi global. (mcr19/jpnn)

Leave a Comment