
Presiden AS, Donald Trump, telah memerintahkan militer Amerika Serikat untuk menembak dan membunuh kapal-kapal kecil Iran yang menyebarkan ranjau di Selat Hormuz.
Mengutip AP, pengumuman ini disampaikan pada hari Kamis (23/4), sehari setelah Iran kembali menunjukkan kemampuannya untuk menghalangi lalu lintas di jalur tersebut.
Trump juga mengumumkan bahwa gencatan senjata di Lebanon akan diperpanjang selama tiga minggu. Unggahannya di media sosial mengenai kapal-kapal kecil tersebut muncul tak lama setelah militer AS menyita sebuah kapal tanker lain yang terkait dengan penyelundupan minyak Iran.
Tindakan ini meningkatkan ketegangan dengan Teheran di selat yang dilewati oleh 20 persen dari seluruh perdagangan minyak mentah dan gas alam dunia selama masa damai.
“Saya telah memerintahkan Angkatan Laut Amerika Serikat untuk menembak dan membunuh kapal apa pun, meskipun itu kapal kecil… yang menempatkan ranjau di perairan Selat Hormuz,” tulis Trump seperti yang dilaporkan AP, Jumat (24/4).
Ia menambahkan bahwa kapal penyapu ranjau AS “sedang membersihkan Selat tersebut saat ini.”
“Dengan ini saya memerintahkan agar kegiatan tersebut terus berlanjut, tetapi dengan tingkat intensitas yang naik tiga kali lipat!” tambahnya.
Keputusan untuk memperpanjang jeda pertempuran antara Israel dan kelompok militan Hizbullah di Lebanon tercapai dalam pertemuan di Gedung Putih antara duta besar Israel dan Lebanon untuk Amerika Serikat.
Sementara itu, masih belum jelas kapan, atau apakah AS dan Iran akan bertemu kembali di ibu kota Pakistan, Islamabad. Di sana, para mediator sedang mencoba mempertemukan kedua negara untuk mencapai kesepakatan diplomatik guna mengakhiri konflik tersebut.
Negosiasi yang awalnya direncanakan minggu ini tidak terlaksana. Iran bersikeras tidak akan hadir sampai AS mengakhiri blokade terhadap pelabuhan dan kapal-kapal Iran. Sebaliknya, Gedung Putih menegaskan tidak akan berpartisipasi sampai Teheran membuka selat tersebut bagi lalu lintas internasional.
Paus Leo XIV, dalam perjalanan pulang dari Afrika, mendesak AS dan Iran untuk kembali berdialog guna mengakhiri perang.