Gencatan senjata diperpanjang, Israel tetap gempur Lebanon Selatan, Hizbullah sebut tak ada artinya

Photo of author

By AdminTekno

Kita Tekno – Ketegangan di perbatasan kembali memanas. Serangan militer Israel ke wilayah selatan Lebanon dilaporkan terus berlanjut hanya beberapa jam setelah kesepakatan gencatan senjata antara kedua pihak resmi diperpanjang selama tiga minggu ke depan.

Militer Israel pada Jumat (24/4) mengklaim telah ‘mengeliminasi’ enam pejuang Hizbullah dalam baku tembak di kawasan Bint Jbeil, Lebanon selatan. Sementara itu, Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan dua orang tewas akibat serangan udara Israel di wilayah Touline.

Aksi militer ini menjadi pelanggaran terbaru terhadap gencatan senjata yang sebelumnya mulai berlaku pada 16 April, setelah berminggu-minggu konflik antara Israel dan kelompok bersenjata Lebanon, Hizbullah.

Partisipasi UI Dalam The Asia Summit Tegaskan Komitmen Pada Pendidikan Global yang Aksesibel

Dilansir dari Al-Jazeera, di tengah kesepakatan tersebut, pasukan Israel juga dilaporkan masih bertahan di sejumlah wilayah Lebanon selatan. Mereka bahkan membentuk garis demarkasi yang disebut ‘yellow line’, menyerupai kebijakan militer Israel di Jalur Gaza yang terkepung.

Data terbaru dari otoritas Lebanon juga mencatat, sejak eskalasi konflik pecah pada 2 Maret, jumlah korban jiwa telah mencapai 2.491 orang, dengan 7.719 lainnya mengalami luka-luka.

Selain itu, serangan artileri Israel juga dilaporkan melukai sejumlah warga di kota Yater, menurut kantor berita nasional Lebanon. Selain itu, militer Israel mengeluarkan perintah evakuasi paksa bagi warga di Deir Aames.

Di sisi lain, Israel mengkonfirmasi klaim Hizbullah bahwa kelompok tersebut berhasil menembak jatuh sebuah drone militer Israel menggunakan rudal.

Pemprov DKI Akan Pungut Pajak Kendaraan Listrik, Segini Besarannya

Laporan dari jurnalis Heidi Pett di kota Tyre menyebutkan bahwa aktivitas militer di wilayah tersebut belum mereda meski ada gencatan senjata.

“Masih terjadi serangan udara, serangan drone, penghancuran rumah, dan pendudukan wilayah di Lebanon selatan,” ujarnya.

“Sebagai balasan, Hizbullah juga meluncurkan roket dan drone ke arah pasukan Israel, baik di dalam Lebanon selatan maupun melintasi perbatasan ke wilayah Israel,” tambahnya.

Menanggapi situasi tersebut, Hizbullah menilai perpanjangan gencatan senjata tidak memiliki arti.

“Sangat penting untuk menunjukkan bahwa gencatan senjata tidak ada artinya mengingat desakan Israel terhadap tindakan bermusuhan, termasuk pembunuhan, penembakan, dan tembakan,” kata anggota parlemen Hizbullah, Ali Fayyad.

Ia juga menyatakan bahwa setiap serangan Israel memberikan hak bagi Hizbullah untuk melakukan pembalasan.

Ramalan Keuangan Zodiak Besok 26 April 2026: Taurus, Cancer, dan Virgo

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan negaranya tetap mempertahankan kebebasan penuh untuk bertindak terhadap setiap ancaman, serta menuduh Hizbullah berupaya merusak kesepakatan gencatan senjata.

Leave a Comment