Saling tampar dengan Ratu Sofya di film terbaru, Givina: Saya kaget

Photo of author

By AdminTekno

jpnn.com, JAKARTA – Aktris Givina menceritakan pengalaman unik sekaligus tak terlupakan ketika syuting film The Bell: Panggilan Untuk Mati.

Dalam film horor tersebut terdapat satu adegan yang menampilkan Givina yang berperan sebagai Saidah, dengan Ratu Sofya sebagai Airin, melakoni saling tampar.

Givina mengaku, dirinya dan Ratu Sofya sudah janjian sebelumnya saat hendak melakoni adegan tersebut.

“Ada adegan baku hantam tipis-tipis antara Saidah dan Airin. Sebenarnya waktu di lokasi tuh lucunya kami sudah janjian ya kalau nggak salah. Kami sudah janjian, ‘Nanti kamu tampar ke sini, aku bla bla bla’. Sudah dong, berarti kan teknis ya ketika adegan,” ujar Givina di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (27/4).

Kiesha Alvaro Belajar Mencangkul Hingga Kemudikan Ekskavator di Film Tumbal Proyek

Akan tetapi, intensitas emosi yang cukup tinggi membuat mereka terlalu mendalami peran.

Namun, dia mengaku sempat kaget saat take adegan saling tampar tersebut. Begitu pula pemain lain yang melihatnya.

“Ternyata kayaknya kami terlalu mendalami ya, emosional. That’s why ketika ditampar sama Airim, Bap! Saya kaget,” kata Givina.

“Bisma juga kaget. Dokter Usman juga kaget. Jadi kami kayak, ‘Oke, tampar balik’, itu dari hati deh kayaknya saya, aku juga agak lupa,” sambungnya.

Keberadaan Syekh Ahmad Al Misry Setelah Jadi Tersangka Kasus Pelecehan Seksual

Walaupun sempat terlalu mendalami emosi saat melakoni adegan itu, tetapi keduanya langsung saling meminta maaf.

Givina menyebut dirinya dan Ratu Sofya langsung mengecek kondisi satu sama lain soal kondisi mereka seusai adegan tampar-tamparan tersebut.

“Lucunya setelah kami ‘cut,’ kami tuh sama-sama, ‘Kamu enggak apa-apa? Maaf ya’, ‘Iya enggak apa-apa, tapi kayaknya kamu personal deh tadi, kenapa sih? Kenapa?’, begitu,” tuturnya.

Jennifer Coppen Akhirnya Ungkap Rencana Nikah dengan Justin Hubner

“Itu sih yang paling aku ingat. Jadi lumayan sakit, tetapi seru lagi, lucu,” tambahnya.

Film The Bell: Panggilan Untuk Mati mengisahkan tentang sebuah kepercayaan terhadap hal mistis yang masih hidup di Pulau Belitung, yakni lonceng keramat yang selama ratusan tahun dijaga oleh garis keturunan dukun untuk mengurung roh-roh jahat.

Namun, ketika lonceng itu dibunyikan oleh orang yang tidak memahami risikonya, sebuah teror pun terlepas.

Penebok, sosok setan tanpa kepala yang dikenal haus tumbal kini kembali dan mulai menghantui desa, menyebarkan ketakutan yang tak bisa dijelaskan.

Teror tersebut memaksa Danto (Bhisma Mulia), yang telah lama meninggalkan Belitung, untuk pulang.

Bersama Airin (Ratu Sofia) dan Hanafi (Maulidan Zuhri), dia terjebak dalam upaya melawan kekuatan tak kasat mata yang berakar pada kepercayaan lama dan rahasia yang belum sepenuhnya terungkap.

Film The Bell: Panggilan Untuk Mati akan tayang di bioskop Indonesia mulai 7 Mei 2026.(mcr7/jpnn)

Leave a Comment