Drama penalti semifinal Liga Champions: Arsenal dirugikan, keputusan wasit panen kecaman

Photo of author

By AdminTekno

Ringkasan Berita:

  • Keputusan Danny Makkelle selaku wasit yang mengadili laga Atletico Madrid vs Arsenal, Kamis (30/4/2026) dinihari tadi, menuai berbagai kecaman.
  • Tepat dalam laga leg pertama semifinal Liga Champions yang berlangsung di Riyadh Air Metropolitano.
  • Keputusan sang wasit yang membatalkan penalti kedua Arsenal setelah melakukan tinjauan VAR dipertanyakan beberapa pihak.

 

Kita Tekno – – Keputusan Danny Makkelle selaku wasit yang mengadili laga Atletico Madrid vs Arsenal di leg pertama semifinal Liga Champions, Kamis (30/4/2026) dinihari tadi, menuai berbagai kecaman.

Terutama keputusannya saat membatalkan hadiah penalti yang sempat ia berikan kepada Arsenal.

Tepat pada menit ke-78, ketika skor kedua tim masih imbang 1-1, Arsenal selaku tim tamu mendapatkan keuntungan.

Arsenal dihadiahi penalti kedua oleh wasit, setelah Eberechi Eze dijatuhkan David Hancko di kotak terlarang.

Hanya saja, setelah melakukan tinjauan video lewat tayangan ulang VAR, wasit menganulir keputusannya tersebut.

Penalti kedua yang diharapkan pemain Arsenal dalam laga inipun batal, dan laga dilanjutkan seperti biasa.

Hingga akhirnya, skor imbang 1-1 menjadi hasil laga leg pertama yang berlangsung di Riyadh Air Metropolitano ini.

Setelah pertandingan ini, berbagai komentar menarik hingga pedas pun disampaikan beberapa pihak.

Pertama, komentar kesal jelas disampaikan Mikel Arteta selaku pelatih Arsenal.

Arteta mengaku tidak memahami alasan wasit tiba-tiba membatalkan keputusan penaltinya sendiri, setelah melihat tayangan ulang VAR.

“Setelah berbicara dengan para pemain dan memahami insiden penalti untuk gol kedua itu dibatalkan, itu melanggar aturan dan saya tidak mengerti,” kesal arteta dilansir NBC Sports.

“Sangat kecewa, jelas ada kontak,”

“Dia sendiri yang membuat keputusan, tentu anda tidak bisa membatalkannya setelah menontonnya 13 kali,” tambahnya.

Ditanya soal adanya pengaruh tekanan publik tuan rumah yang dianggap memengaruhi kinerja wasit di momen kritis.

Arteta sepenuhnya tidak yakin hal semacam itu punya banyak pengaruh terhadap keputusan wasit.

Juru taktik asal Spanyol sepenuhnya hanya merasa keputusan wasit membatalkan penalti itu salah dan mengubah laga.

“Saya tidak tahu, itu jawabannya untuk dia,” kata Arteta.

“Yang utama, itu keputusan yang salah dan mengubah jalannya pertandingan,”

“Anda jelas tidak biasa mengabaikan keputusan di level seperti ini, ini benar-benar tidak dapat diterima,” tukasnya.

Lalu, komentar bernada kecaman berikutnya disampaikan oleh beberapa mantan pemain, yang kini jadi pundit hingga komentar di layar kaca.

Contohnya Stevan Gerrard yang merasa keputusan wasit membatalkan penalti Arsenal adalah hal yang salah.

Legenda Liverpool itu sepenuhnya menyoroti tekanan penonton dan pelatih tuan rumah yang membuat wasit membalikkan keputusannya sendiri.

“Ya, mungkin karena reaksi penonton dan Diego Simeone, saya rasa itu memainkan peran besar (dalam keputusan itu),” ujar Gerrard dilansir laman TNT Sports.

“Dia sepenuhnya berada dalam pandangan wasit ketika wasit datang untuk meninjau tayangan ulang VAR,” tambahnya.

Hal sama juga disampaikan Martin Keown yang merupakan mantan pemain Arsenal.

Martin Keown menyoriti intervensi VAR yang terlalu berlebihan yang membuat wasit meninjau ulang keputusannya sendiri.

“Saya sama sekali tidak berpikir itu kesalahan yang jelas dan nyata yang perlu dibatalkan,” kecam Keown.

“Bukan itu tujuan kami menginginkan keberadaan VAR, bukan itupula VAR diperkenalkan,”

“Wasit seharusnya diizinkan untuk membuat keputusan sendiri, namun VAR terlalu ikut campur,”

“Wasit seharusnya tidak perlu sampai harus melihat layar,” tambahnya.

Hal serupa diutarakan Steve McManaman, yang merupakan mantan pemain Liverpool dan Real Madrid.

Senada dengan Gerrard, McManaman menyoroti tindakan agresif pelatih tuan rumah saat VAR mengintervensi keputusan wasit soal penalti kedua yang didapatkan Arsenal.

“Menurut saya, perilaku Diego Simeone dan para assistennya ketika wasit mencoba mendekat dan melihat layar sangat buruk,” kritik McManaman.

“Omelan terus-menerus kepada wasit keempat, begitu ia memberikan keputusan, ada kontak,”

“Hal itu membingungkan saya, tetapi saya pikir wasit menjalankan tugasnya dengan buruk,”

“Saya menjamin jika itu terjadi di kotak penalti lawan, Simeone pasti sangat marah dan minta penalti, perilakunya benar-benar buruk,” tutupnya.

Dalam laga ini, Arsenal mampu mencetak gol terlebih dahulu lewat Viktor Gyokeres melalui titik putih menit ke-44.

Atletico Madrid selaku tuan rumah baru bisa menyamakan skor menjadi 1-1 saat Julian Alvarez gantian mencetak gol balasan ke gawang Arsenal lewat situasi serupa seperti tim tamu.

Kini, berbekal skor imbang 1-1, laga leg kedua yang akan berlangsung di Stadion Emirates, Rabu (6/5/2026) pekan depan, akan menjadi penentu kelolosan kedua tim ke final Liga Champions.

Siapapun yang memenangkan laga, entah Arsenal atau Atletico, berhak melaju ke final.

(Tribunnews.com/Dwi Setiawan)

Leave a Comment