17 pengasuh daycare Little Aresha diperiksa, polisi buka peluang tersangka baru

Photo of author

By AdminTekno

Penyelidikan terhadap kasus penelantaran dan penganiayaan anak yang mengguncang daycare Little Aresha Yogya terus diperdalam. Setelah menetapkan 13 tersangka yang telah diamankan, fokus penyelidikan kini beralih kepada 17 pengasuh lain di fasilitas tersebut yang diduga memiliki keterlibatan atau informasi penting.

Kompol Riski Adrian, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Yogyakarta, menjelaskan bahwa ke-17 pengasuh yang kini disorot tersebut tidak berada di lokasi kejadian saat operasi tangkap tangan (OTT) dilakukan. Hal ini membedakan proses penetapan tersangka mereka dibandingkan dengan 13 individu yang sebelumnya berhasil diringkus di tempat kejadian. Penangkapan melalui OTT memang mempermudah dan mempercepat proses hukum awal, sesuai batasan waktu 1×24 jam.

Adrian, saat ditemui di Titik Nol Kilometer Yogyakarta pada Jumat (1/5), menuturkan bahwa penangkapan awal berfokus pada mereka yang berada di ruangan daycare saat ditemukan adanya perlakuan tidak layak terhadap anak-anak. “Kita tangkap yang ada di ruangan ini (daycare). Ada anak yang diperlakukan tidak layak di situ, dan pengasuhnya juga ada di situ. Artinya mereka yang melakukan atau mereka mengetahui, kan?” jelas Adrian, mengindikasikan keterlibatan langsung atau pengetahuan. “Sedangkan yang lain (17 yang belum tersangka), makanya butuh pendalaman,” tambahnya, menyoroti kompleksitas investigasi lebih lanjut.

Tidak menutup kemungkinan, Adrian menegaskan, bahwa sebagian dari 17 pengasuh yang kini dalam penyelidikan juga turut terlibat dalam praktik kekerasan serupa terhadap anak-anak. “Makanya butuh pendalaman-pendalaman lagi,” ungkapnya, menegaskan komitmen untuk mengungkap seluruh kebenaran. Selain itu, penyelidikan juga mengungkap fakta signifikan mengenai tingginya tingkat perputaran pengasuh di Little Aresha.

Banyak nama dan wajah pengasuh yang terpampang dalam struktur kepengurusan daycare yang beredar luas ternyata sudah tidak lagi bekerja di sana. Adrian menjelaskan, “Karena memang dari struktur yang mungkin sudah tersebar itu, rata-rata hampir tidak ada pengasuh yang masih bekerja di Little Aresha. Perputarannya cepat, keluar-masuk.” Fenomena ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi penyidik untuk menelusuri jejak dan peran setiap individu yang pernah terlibat dalam operasional daycare tersebut.

Leave a Comment