Kasus tabrakan KRL-KA Bekasi Timur: Polisi periksa taksi Green SM-DJKA Kemenhub

Photo of author

By AdminTekno

Polda Metro Jaya kembali melanjutkan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dalam kasus tabrakan KRL Commuter Line dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur. Pemeriksaan lanjutan ini dijadwalkan berlangsung pada Senin (4/5) pukul 10.00 WIB.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, pemeriksaan hari ini menyasar sejumlah pihak terkait untuk melengkapi proses penyidikan yang tengah berjalan.

“Dijadwalkan pada pukul 10.00 WIB,” kata dia dalam keterangannya, Senin (4/5).

Budi menjelaskan, pihak yang diperiksa di Polda Metro Jaya antara lain taksi Green SM, Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Tata Ruang, serta Direktorat Jenderal Perkeretaapian.

Selain itu, pemeriksaan juga dilakukan terhadap saksi tambahan di lokasi terpisah. Petugas dari Daops 1 dimintai keterangan di Kantor Daops 1 Manggarai pada waktu yang sama.

“Pemeriksaan terhadap saksi tambahan dari Daops 1 akan dilaksanakan di Kantor Daops 1 Manggarai pada pukul 10.00 WIB,” ujarnya.

Kasus tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur telah naik ke tahap penyidikan oleh Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Budi menyebut, dalam proses penyidikan, polisi telah melakukan sejumlah langkah awal, mulai dari olah tempat kejadian perkara (TKP) hingga pengumpulan barang bukti.

Ia menambahkan, penyidik juga telah mendalami rekaman CCTV di sekitar lokasi, berkoordinasi dengan rumah sakit terkait korban, serta meminta visum.

Dalam penanganan kasus ini, sebanyak 31 orang telah dimintai keterangan. Mereka terdiri dari pelapor, pengemudi taksi, penjaga palang pintu, saksi di sekitar lokasi, korban, petugas operasional PT KAI, hingga pihak lain yang mengetahui langsung kejadian tersebut.

Untuk melengkapi penyidikan, polisi juga akan meminta keterangan dari sejumlah instansi terkait.

“Penyidik juga akan meminta keterangan dari Dinas Tata Ruang, Dinas Pekerjaan Umum, pihak Taksi Green, serta Direktorat Jenderal Perkeretaapian guna melengkapi rangkaian penyidikan dan memperoleh gambaran peristiwa secara utuh dan objektif,” kata Budi.

Leave a Comment