Menlu Rubio klaim operasi serangan AS ke Iran resmi berakhir, tapi ancaman di Selat Hormuz masih membara

Photo of author

By AdminTekno

Kita Tekno – – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio menyatakan fase ofensif perang AS terhadap Iran telah resmi berakhir. Pernyataan itu disampaikan di tengah gencatan senjata rapuh yang masih dibayangi ketegangan di Selat Hormuz.

Rubio mengatakan operasi militer AS bertajuk ‘Operation Epic Fury’ kini telah dihentikan setelah hampir sebulan konflik berlangsung.

“Operasi itu sudah selesai, Epic Fury, sebagaimana telah diberitahukan presiden kepada Kongres. Kami sudah menyelesaikan tahap tersebut,” kata Rubio kepada wartawan di Gedung Putih, Selasa (5/5) waktu setempat.

BI Batasi Pembelian Dolar AS Tanpa Underlying jadi USD 50 Ribu, Siap-siap Turunkan lagi

Meski mengklaim operasi ofensif telah berakhir, Washington tetap mengeluarkan peringatan keras kepada Iran terkait situasi di Selat Hormuz. Pejabat militer tertinggi AS menegaskan pasukan Amerika siap kembali menjalankan operasi tempur apabila mendapat perintah.

Pentagon juga mengancam akan memberikan respons ‘menghancurkan’ jika Iran menyerang kapal dagang internasional di jalur pelayaran strategis tersebut.

Meski demikian, ketegangan di kawasan Teluk masih terus berlangsung meskipun gencatan senjata diberlakukan sejak April lalu. Selat Hormuz yang menjadi jalur utama distribusi energi dunia masih berada dalam kondisi tidak stabil.

Sebelumnya, militer AS mengklaim telah menghancurkan sejumlah kapal Iran, rudal jelajah, dan drone di wilayah perairan tersebut. Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) memperingatkan kapal asing agar mengikuti jalur yang telah ditentukan Teheran atau menghadapi ‘respons tegas’.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital perdagangan global karena sekitar seperlima pasokan energi dunia melintasi kawasan itu setiap hari.

Penutupan jalur tersebut sejak perang pecah pada Februari memicu lonjakan harga minyak dan pupuk, sekaligus meningkatkan kekhawatiran terhadap ancaman resesi global.

Presiden AS Donald Trump kembali mendesak Iran segera menerima kesepakatan damai untuk mengakhiri konflik.

Trump mengatakan dirinya tidak ingin semakin banyak warga Iran menjadi korban perang, meskipun gencatan senjata masih berada di ujung tanduk.

“Mereka harus melakukan hal yang cerdas, karena kami tidak ingin masuk dan membunuh orang. Saya benar-benar tidak ingin melakukannya, itu terlalu berat,” kata Trump kepada wartawan di Oval Office saat ditanya soal Iran.

Sebelumnya Trump juga menyebut tekanan militer dan ekonomi AS telah memaksa Teheran kembali ke meja perundingan. Pemerintah AS saat ini terus mendorong Iran membuka kembali Selat Hormuz dan menghentikan aktivitas pengayaan nuklir sebagai bagian dari syarat negosiasi damai.

Meski Washington menyatakan operasi ofensif telah selesai, situasi di kawasan masih dinilai sangat rawan. Pemerintah AS menegaskan akan terus memantau pergerakan Iran secara ketat dan siap mengambil tindakan jika keamanan jalur pelayaran internasional kembali terancam.

Leave a Comment