Jenazah Haerul Saleh, anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, yang meninggal dunia dalam tragedi kebakaran di kediaman pribadinya di Jakarta Selatan, telah diberangkatkan menuju kampung halamannya di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra). Prosesi penghantaran ini dilakukan untuk kemudian dikebumikan di tanah kelahirannya, mengakhiri perjalanan hidup seorang pejabat negara.
Suasana duka mendalam menyelimuti rumah duka yang terletak di Jalan Kartika Utama, kawasan Pondok Pinang, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Berdasarkan pantauan kumparan, prosesi pelepasan jenazah Haerul Saleh berlangsung haru. Tepat pukul 13.25 WIB, peti jenazah almarhum dengan perlahan dimasukkan ke dalam mobil pengantar jenazah, siap untuk diberangkatkan menuju Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, guna penerbangan terakhirnya ke Kolaka.
Sejak pagi, rumah duka tak henti didatangi oleh para pelayat yang ingin menyampaikan belasungkawa. Mulai dari kerabat dekat, sahabat, hingga sejumlah tokoh nasional dan pejabat turut hadir memberikan penghormatan terakhir. Tak hanya itu, area sekitar rumah duka juga dipenuhi oleh deretan karangan bunga duka cita yang berjejer rapi, menjadi simbol empati dan kehilangan atas wafatnya almarhum.
Karangan bunga tersebut berasal dari berbagai kalangan, menunjukkan betapa luasnya jaringan dan pengaruh almarhum. Beberapa di antaranya dikirimkan oleh Wakil Ketua DPR RI Cucun A. Syamsurijal, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, serta Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu. Selain itu, terlihat pula untaian duka cita dari rekan sejawat almarhum di lingkungan BPK dan partai politik, seperti Sekjen BPK RI Syamsudin, Dirjen PKN II BPK RI Nelson Ambarita, dan Anggota DPR RI Fraksi Gerindra Ma’ruf Mubarok.
Haerul Saleh wafat pada Jumat (8/5) sekitar pukul 07.55 WIB, setelah menjadi korban kebakaran rumah di kediamannya yang berlokasi di Jalan TB Simatupang, Tanjung Barat, Jakarta Selatan. Menurut keterangan Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Kasudin Gulkarmat) Jakarta Selatan, Asril Rizal, insiden yang menimpa rumah berlantai tiga itu diduga kuat disebabkan oleh sisa-sisa tiner bekas renovasi. “Berdasarkan informasi dari RT setempat, asap hitam tebal terlihat mengepul dari lantai 3 rumah yang terbakar, mengindikasikan bahwa api bermula dari sisa-sisa tiner tersebut,” jelas Asril dalam pernyataan tertulisnya, menyoroti dugaan awal penyebab kebakaran tragis ini.